- KM Nurul Salsa tenggelam di Selayar pada Juli 2026 setelah mesin mati dan dihantam ombak tinggi.
- Kakek bernama Umar mengorbankan pelampungnya agar cucunya, Naurah, dapat bertahan hidup di tengah laut.
- Basarnas memperpanjang operasi pencarian tiga hari karena 16 dari 78 penumpang masih dinyatakan hilang.
SuaraSulsel.id - Senyum tipis itu kini tinggal tersimpan dalam sebuah foto yang beredar luas di media sosial.
Di atas geladak KM Nurul Salsa, Naurah Bintany, 13 tahun, duduk bersandar di samping sang kakek, Umar.
Gadis remaja itu mengenakan pelampung berwarna oranye yang menutupi tubuh kecilnya.
Di hadapannya ada Umar yang telah berusia sekitar 80 tahun hanya memakai jaket cokelat. Tak ada pelampung yang melingkar di tubuh lelaki renta itu.
Tak ada yang menyangka potret sederhana yang diambil saat kapal berlayar itu kelak menjadi saksi bisu sebuah pengorbanan yang menyayat hati.
Di tengah tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Umar memilih menyerahkan pelampung terakhir yang dimilikinya kepada sang cucu.
Ia rela terombang-ambing di lautan tanpa pelindung agar Naurah memiliki kesempatan lebih besar untuk bertahan hidup.
Foto itu pun viral di media sosial.
Bukan lagi sekadar dokumentasi perjalanan keluarga, melainkan simbol kasih sayang seorang kakek yang mengorbankan keselamatannya demi cucu tercinta.
Baca Juga: Tim SAR Temukan Satu Jenazah Diduga Korban KM Nurul Salsa
Kisah di balik foto tersebut diceritakan oleh Munawir alias Nawir, 51 tahun, salah seorang penyintas yang berhasil selamat dari tragedi tersebut.
Hingga kini, bayangan gadis kecil yang terus memanggil nama kakeknya masih menghantui ingatannya.
Munawir mengisahkan perjalanan KM Nurul Salsa dari Pelabuhan Jampea menuju Pelabuhan Benteng awalnya berlangsung seperti biasa.
Penumpang bercengkerama, sebagian beristirahat, sementara yang lain menikmati perjalanan laut.
Namun ketenangan itu perlahan berubah menjadi kepanikan ketika mesin kapal mendadak mati.
Awalnya para penumpang masih yakin gangguan tersebut dapat segera diatasi. Akan tetapi waktu terus berlalu. Mesin tak kunjung hidup, sedangkan ombak semakin tinggi menghantam badan kapal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Gara-gara Kue, Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf PPPK
-
Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu
-
Hoaks atau Fakta? Surat Bupati Gowa Minta Mediasi Gubernur Sulsel
-
Mulai 1 Agustus, Makassar Tak Lagi Terima Sampah Campuran di TPA Tamangapa
-
17 Saksi Diperiksa Kejari, Siapa Otak Skandal Jual Beli Jabatan Kepsek Makassar?