- Pansus Hak Angket DPRD Gowa merekomendasikan aparat penegak hukum memeriksa Basri Kajang karena mangkir pemanggilan terkait pengadaan seragam sekolah gratis.
- DPRD Gowa menyerahkan delapan poin rekomendasi hasil penyelidikan kepada pimpinan dewan untuk ditindaklanjuti dalam rapat paripurna.
- Penyelidikan Pansus mencakup dugaan penyimpangan seragam sekolah, pencabutan beasiswa doktoral, dan hubungan khusus bupati dengan mantan konsultan politik.
Dari proses itu nantinya akan diputuskan apakah DPRD akan menggunakan hak menyatakan pendapat sebagai tahapan lanjutan dari hak angket.
"Setelah laporan terdistribusi ke 45 anggota DPRD, mereka akan mempelajari apakah hasil Pansus ini layak dilanjutkan ke hak menyatakan pendapat," ujarnya.
Menurutnya, hak menyatakan pendapat merupakan mekanisme konstitusional DPRD yang dapat berujung pada usulan pemberhentian kepala daerah apabila memenuhi ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Meski demikian, Kasim mengaku belum ingin berspekulasi mengenai kemungkinan tersebut. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada forum DPRD.
"Kalau nanti ujungnya seperti apa, kami tidak mau terlalu jauh mengambil sikap. Tetapi setelah mendengar hasil yang kami bacakan, rata-rata teman-teman di DPRD tampaknya ingin melanjutkan ke hak menyatakan pendapat," katanya.
Ia menambahkan keputusan akhir tetap berada di tangan seluruh anggota DPRD melalui mekanisme rapat paripurna.
Sebelumnya, hak angket DPRD Gowa dibentuk untuk menyelidiki tiga persoalan yang dinilai menjadi perhatian publik.
Ketiga materi tersebut yakni dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam pencabutan program beasiswa doktoral, dugaan penyimpangan pada program pengadaan seragam sekolah gratis, serta dugaan hubungan khusus antara Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang dengan mantan konsultan politiknya saat Pilkada.
Dalam proses hak angket, Bupati Gowa sempat diundang untuk memberikan klarifikasi di hadapan Pansus.
Baca Juga: Hoaks atau Fakta? Surat Bupati Gowa Minta Mediasi Gubernur Sulsel
Namun, sidang tersebut tidak berjalan sesuai agenda setelah Husniah memilih meninggalkan ruang sidang bersama tim kuasa hukumnya sebelum proses pemeriksaan dimulai. Peristiwa itu kemudian memicu polemik baru antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Gowa.
Namun kata Kasim, hubungan legislatif dan eksekutif pemkab Gowa saat ini baik-baik saja.
"Tidak ada masalah eksekutif dengan legislatif di kabupaten Gowa. Contohnya kemarin kita paripurna penyerahan ranperda pertanggungjawaban APBD 2025, pak Wkil Bupati hadir, pak Sekda hadir, jajaran SKPD juga hadir," tegas Kasim.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045