- Program PAIR Sulawesi mendanai riset kolaboratif Australia-Indonesia senilai Rp120 miliar untuk menghasilkan kebijakan nyata bagi masyarakat.
- Pelaksanaan riset melibatkan universitas serta pemerintah daerah di Sulawesi agar solusi yang dihasilkan relevan dengan kebutuhan lapangan.
- Hasil penelitian telah diimplementasikan sebagai dasar regulasi daerah, seperti kebijakan perkeretaapian dan perencanaan wilayah maritim Sulawesi Selatan.
SuaraSulsel.id - Program Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) Sulawesi memastikan penelitian yang didanai bersama Pemerintah Australia dan Indonesia tidak akan berhenti sebagai publikasi ilmiah.
Seluruh riset yang dijalankan dirancang sejak awal agar dapat menjadi dasar kebijakan pemerintah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam PAIR Annual Meeting 2026 di Makassar, Selasa 21 Juli 2026, mempertemukan akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat sipil untuk membahas hasil penelitian kolaboratif mengenai dampak perubahan iklim di Indonesia Timur.
Program PAIR Sulawesi merupakan program penelitian pertama yang didanai bersama oleh kedua negara dengan skema pendanaan 50:50. Dengan total anggaran Rp120 Miliar. Akan dialokasikan selama 4 tahun.
Program ini dikelola oleh Australia-Indonesia Centre bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) dan melibatkan sepuluh universitas mitra Australia-Indonesia serta sembilan perguruan tinggi regional di Sulawesi.
Penelitian Harus Berawal dari Masalah Masyarakat
Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Jamaluddin Jompa, menegaskan setiap penelitian dalam PAIR Sulawesi wajib disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah.
Menurutnya, penentuan topik penelitian selalu diawali dengan diskusi bersama masyarakat serta institusi lokal. Sehingga hasilnya relevan dengan persoalan yang benar-benar dihadapi di lapangan.
"Kita harus memilih topik penelitian setelah berdiskusi dengan masyarakat dan institusi lokal. Mekanisme ini memang dibuat agar hasil riset menjadi kebijakan, bukan berhenti pada publikasi," ujar JJ, sapaan Rektor Unhas.
Baca Juga: Kisah Rosyidah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Bangun UMKM Olahan Laut di Indramayu
Ia mencontohkan, salah satu hasil penelitian Unhas telah menjadi dasar penyusunan Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan terkait pengembangan perkeretaapian.
Bahkan, Unhas kemudian membuka Program Studi Teknik Perkeretaapian untuk mendukung pengembangan ekosistem tersebut.
Menurut Jamaluddin, dampak penelitian tidak selalu dapat diukur dengan nilai ekonomi semata.
"Masyarakat lokal bisa beradaptasi, mengajarkan anak-anaknya, dan menyiapkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan pembangunan. Itu juga merupakan dampak yang sangat penting," katanya.
Meski demikian, ia menegaskan hasil penelitian tetap harus dipublikasikan agar dapat dikaji, dikoreksi, dan dikalibrasi oleh komunitas ilmiah.
"Apalagi untuk isu perubahan iklim. Semua rekomendasi harus terus dikoreksi agar kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan ilmu pengetahuan yang kuat," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan
-
Nusron Wahid Masih Bisa ke Luar Negeri, KPK Pertimbangkan Statusnya sebagai Menteri
-
Ini Syarat Anak Disabilitas Masuk Sekolah Rakyat
-
Buruh Sulsel Tuntut UMP 2027 Naik 9,5 Persen
-
Jokowi Tunjukkan Ijazah Depan Wajah Roy Suryo