- Kapolrestabes Makassar mengunjungi Kejari Makassar pada 15 Juli 2026 untuk mempererat silaturahmi antarlembaga penegak hukum tersebut.
- Pertemuan dilakukan untuk menjaga koordinasi institusi agar tetap berjalan baik tanpa membahas polemik hukum nasional.
- Kedua pimpinan institusi menegaskan bahwa pertemuan bersifat informal dan tidak terkait isu penetapan tersangka di pusat.
"Secara pekerjaan, koordinasi tetap berjalan seperti biasa. Hampir setiap hari kami bertemu dalam berbagai kegiatan. Itulah bentuk koordinasi yang selama ini sudah terbangun," ujarnya.
Belakangan, hubungan Polri dan Kejaksaan menjadi perhatian setelah muncul sejumlah perkembangan di tingkat nasional.
Selain penetapan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai tersangka, Kejaksaan Agung juga mengeluarkan surat kepada seluruh Kejaksaan Tinggi agar menghentikan sementara kegiatan pengumpulan data dan keterangan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu beredar pula surat internal kepolisian yang meminta setiap pemanggilan anggota Polri oleh kejaksaan terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilaporkan kepada Divisi Propam, termasuk materi pemeriksaan yang diajukan penyidik. Surat tersebut juga meminta jajaran kepolisian meningkatkan kesiapsiagaan pengamanan hingga tingkat polsek.
Saat dimintai tanggapan mengenai surat tersebut, Andi Panca Sakti mengaku belum mempelajari dokumen yang dimaksud sehingga enggan memberikan komentar.
"Kami belum membaca ataupun mempelajari surat tersebut. Karena itu kami tidak ingin berspekulasi. Pada prinsipnya, setiap hal yang bersifat formal tentu akan kami tanggapi melalui mekanisme yang juga formal," tegasnya.
Kajari kembali menekankan bahwa hubungan antara Kejari Makassar dan Polrestabes Makassar tetap berjalan baik. Menurutnya, apabila terdapat hal-hal yang perlu dikoordinasikan, komunikasi selama ini selalu dilakukan secara terbuka.
"Kalau ada hal yang perlu disampaikan, Pak Kapolres menyampaikan kepada kami. Begitu juga sebaliknya. Hari ini hanya kebetulan pertemuannya dikemas secara formal," ungkapnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Baca Juga: Dua Kali Dipecat, Dua Kali Lolos: Keajaiban Banding Bripda Fauzan Jadi Sorotan
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Mengintip Pertemuan Tertutup Kapolrestabes dan Kajari Makassar, Soliditas atau Sekadar Formalitas?
-
Kenapa Program Pembangunan Berkelanjutan Sangat Berdampak Bagi Infrastruktur Sulsel?
-
Pengacara: Bupati Gowa Walk Out Karena Hak Tidak Dipenuhi
-
Dukungan Ganda Musda Golkar Sulsel, Nasib Appi dan IAS Ditentukan Hakim Pengadilan?
-
Kontribusi Pajak BRI Terus Menguat, Dukung Penerimaan Negara dan Pembangunan di Bawah Danantara