Muhammad Yunus
Minggu, 05 Juli 2026 | 10:26 WIB
Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel melakukan groundbreaking preservasi Jalan Luwu-Toraja melalui skema Multi Years Project (MYP) Paket 6 [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memulai proyek preservasi jalan senilai Rp239 miliar di Luwu pada 4 Juli 2026.
  • Pembangunan jalan ini bertujuan mendukung aksesibilitas menuju Rumah Sakit Regional Luwu serta memperlancar pelayanan kesehatan darurat.
  • Proyek infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi pemicu lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan strategis Bandara Bua.

SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai menggarap preservasi Jalan Luwu-Toraja melalui skema Multi Years Project (MYP) Paket 6.

Proyek senilai Rp239 miliar itu tak hanya ditujukan memperbaiki konektivitas antardaerah, tetapi juga menjadi fondasi pembangunan Rumah Sakit Regional Luwu yang digadang-gadang menjadi pusat layanan kesehatan baru di kawasan tersebut.

Groundbreaking proyek dilakukan langsung oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Sabtu, 4 Juli 2026 sore.

Sudirman mengatakan keberadaan jalan yang layak menjadi syarat utama sebelum rumah sakit regional dibangun.

"Salah satu syarat yang kita butuhkan adalah akses menuju rumah sakit. Jadi jalannya dibangun dulu, sambil berjalan paralel pembangunan rumah sakitnya," kata Andi Sudirman.

Ia mengungkapkan desain Rumah Sakit Regional Luwu kini hampir rampung dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar sepekan. Setelah desain selesai, proses pembangunan rumah sakit akan berjalan beriringan dengan peningkatan akses jalan menuju lokasi.

Ia menegaskan kualitas infrastruktur jalan memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien yang membutuhkan penanganan darurat.

"Kalau kondisi jalannya baik, akses menuju rumah sakit tentu lebih mudah. Kalau jalannya rusak, kondisi darurat bisa menghambat golden time pasien untuk mendapatkan penanganan," ujarnya.

Selain mendukung layanan kesehatan, proyek jalan tersebut juga diproyeksikan menjadi pemicu lahirnya kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Luwu Raya. Lokasinya yang berada di sekitar kawasan Bandara Bua dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang.

Baca Juga: Ini Wajah Baru Ruas Jalan Pangkajene-Rappang yang Ramah Pejalan Kaki

"Dengan akses yang bagus dan lokasinya strategis di sekitar bandara, kawasan ini nantinya akan membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di Luwu," katanya.

Preservasi MYP Paket 6 sendiri menjadi salah satu paket pekerjaan jalan terbesar yang dikerjakan Pemprov Sulsel tahun ini.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Andi Ihsan mengatakan total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp239 miliar.

Salah satu ruas prioritas berada di koridor Luwu hingga Toraja Utara dengan panjang sekitar 39 kilometer. Namun, masih terdapat lebih dari 8 kilometer ruas yang belum beraspal.

"Sisa ruas yang belum tertangani akan kami usulkan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun 2027," ujar Ihsan.

Secara keseluruhan, preservasi Paket 6 mencakup penanganan jalan sepanjang 157,22 kilometer yang tersebar di sembilan kabupaten/kota.

Load More