- UPTD SD Negeri 163 Barru di Sulawesi Selatan hanya menerima tiga murid baru pada tahun ajaran 2026/2027.
- Penyebab utama minimnya murid adalah penurunan jumlah anak usia sekolah akibat rendahnya angka kelahiran di wilayah tersebut.
- Fenomena serupa terjadi di berbagai wilayah Sulawesi Selatan, menyebabkan sekolah berjuang mempertahankan operasional pendidikan meski peminat sangat sedikit.
SuaraSulsel.id - Suasana penerimaan murid baru di UPTD SD Negeri 163 Barru, Sulawesi Selatan, tahun ini berlangsung jauh lebih lengang dibandingkan kebanyakan sekolah dasar lainnya.
Selama hampir tiga pekan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah yang berada di Dusun Pettung, Kelurahan Mattappawalie, Kecamatan Pujananting, itu hanya menerima tiga murid baru untuk kelas 1.
Sekilas kondisi tersebut bisa saja dianggap sebagai tanda sekolah kehilangan peminat.
Namun faktanya, penyebab utama justru bukan karena kualitas sekolah atau kalah bersaing dengan sekolah lain, melainkan semakin sedikitnya jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut.
Guru kelas 1 UPTD SD Negeri 163 Barru, Johaena mengatakan jumlah penduduk di sekitar sekolah memang relatif sedikit.
Dampaknya, jumlah anak yang memasuki usia sekolah dasar setiap tahun juga terus menurun.
"Jumlah penduduknya memang sedikit," kata Johaena.
SPMB di sekolah tersebut dibuka melalui pengambilan formulir pada 3-13 Juni 2026, kemudian dilanjutkan pengembalian formulir pada 15-20 Juni.
Hingga tahapan itu berakhir, hanya tiga calon murid yang resmi mendaftar.
Baca Juga: Disdik Sulsel Dukung Kantin Sekolah Kelola MBG
Dari jumlah tersebut, satu murid berasal dari Kelurahan Mattappawalie, sedangkan dua lainnya berasal dari Desa Kading, Kecamatan Tanete Riaja.
Ketiganya dijadwalkan mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar pada 13 Juli mendatang.
Johaena menuturkan kondisi tersebut sebenarnya sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Rendahnya angka kelahiran membuat jumlah anak usia sekolah terus berkurang sehingga berdampak langsung terhadap penerimaan peserta didik baru.
Meski hanya memiliki tiga murid baru, aktivitas belajar mengajar tetap berjalan normal.
Saat ini SD Negeri 163 Barru dipimpin seorang kepala sekolah dengan dukungan enam guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), dua guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu, serta seorang guru PPPK paruh waktu.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Selamatkan Lahan Pertanian di Sulawesi Selatan, Gubernur: Tim Sudah Lakukan Pompanisasi
-
Mahasiswa di Makassar Rekayasa Penculikan, Minta Tebusan Rp90 Juta ke Orang Tua
-
DPRD Setuju Makzulkan Bupati Gowa, Kenapa Husniah Talenrang Belum Resmi Dicopot?
-
Kok Bisa Ratusan Ton Udang Asing 'Nyelonong' Masuk ke Indonesia?
-
Bikin Haru! Aksi Seru Anak-Anak Disabilitas SLBN 1 Makassar Rayakan HUT RI