- UPTD SD Negeri 163 Barru di Sulawesi Selatan hanya menerima tiga murid baru pada tahun ajaran 2026/2027.
- Penyebab utama minimnya murid adalah penurunan jumlah anak usia sekolah akibat rendahnya angka kelahiran di wilayah tersebut.
- Fenomena serupa terjadi di berbagai wilayah Sulawesi Selatan, menyebabkan sekolah berjuang mempertahankan operasional pendidikan meski peminat sangat sedikit.
Bagi para guru, sedikitnya jumlah siswa bukan alasan untuk mengurangi kualitas pembelajaran.
Justru dengan jumlah murid yang sedikit, perhatian kepada setiap anak dapat diberikan secara lebih intensif.
Dedikasi mereka bahkan tidak berhenti di ruang kelas. Untuk memastikan seluruh siswa tetap memperoleh pendidikan, para guru kerap menjemput dan mengantar anak-anak menggunakan sepeda motor dari rumah menuju sekolah, kemudian mengantarkannya kembali setelah kegiatan belajar selesai.
Langkah tersebut dilakukan agar tidak ada siswa yang absen hanya karena terkendala jarak atau transportasi.
Fenomena minimnya peserta didik baru ternyata tidak hanya terjadi di tingkat sekolah dasar.
Pada pelaksanaan SPMB SMA dan SMK Negeri di Sulawesi Selatan, sejumlah sekolah juga tercatat tidak memperoleh pendaftar melalui jalur domisili, afirmasi, maupun mutasi.
Sekolah-sekolah tersebut tersebar di Kabupaten Enrekang, Toraja Utara, Tana Toraja, Takalar, Gowa, Pangkep, Luwu, Luwu Utara, Kepulauan Selayar, hingga Sinjai.
Di Kabupaten Pangkep bahkan terdapat 11 SMA Negeri dan dua SMK Negeri yang tidak memiliki pendaftar pada jalur tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Iqbal Najamuddin menjelaskan sebagian sekolah memang tidak membuka pendaftaran secara daring karena berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang masih mengalami keterbatasan jaringan internet.
Baca Juga: Disdik Sulsel Dukung Kantin Sekolah Kelola MBG
"Itu memang daerah-daerah yang tidak kami masukkan dalam sistem pendaftaran online karena berada di wilayah 3T. Pendaftarannya dilakukan secara offline, tetapi memang ada sekolah yang minim pendaftar," ujar Iqbal, Sabtu, 27 Juni 2026.
Ia mencontohkan kondisi di SMKN 1 Luwu. Meski memiliki fasilitas praktik yang lengkap, sekolah tersebut tetap kesulitan mendapatkan siswa baru karena letaknya cukup jauh dari permukiman warga.
Selain itu, jumlah anak usia sekolah di sekitar lokasi juga semakin sedikit.
"Peralatannya lengkap, tetapi jarak sekolah cukup jauh. Warga yang tinggal di sekitar situ anak-anaknya sudah lulus semua, sementara yang usianya sudah cukup masuk SMA atau SMK sudah tidak ada lagi," katanya.
Menurut Iqbal, pemerintah daerah sebenarnya pernah mengusulkan agar sekolah dengan jumlah peserta didik yang sangat minim dialihfungsikan menjadi jenjang pendidikan lain atau bahkan ditutup. Namun usulan tersebut mendapat penolakan dari masyarakat.
"Warga di sana menolak sekolahnya ditutup. Tahun lalu siswa barunya hanya sekitar 10 orang padahal fasilitasnya lengkap," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
Terkini
-
Siswi Berhijab Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan
-
KY Minta Wewenang Pecat atau Hukum Hakim Nakal Langsung Tanpa Lewat MA
-
Penampakan Mencekam Bendungan Bili-bili, 180 Ribu Pelanggan PDAM Terancam Krisis Air
-
Jukir Tikam Ojol Karena Cekcok Parkir Rp10 Ribu Ditangkap
-
Tancap Gas! Gubernur Sulsel Minta Tribun Selatan Stadion Sudiang Tetap Digeber