- Presiden Prabowo menegaskan peran vital petani dan nelayan bagi bangsa dalam acara PENAS XVII tahun 2026 di Gorontalo.
- Pemerintah menargetkan kemandirian pangan untuk menggantikan paradigma impor demi memperkuat kedaulatan serta kesejahteraan ekonomi nasional bagi rakyat.
- Kementerian Transmigrasi berkomitmen menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru guna memeratakan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
SuaraSulsel.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan petani dan nelayan merupakan tulang punggung bangsa dalam Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo.
Penegasan tersebut menjadi salah satu arah pembangunan nasional, termasuk bagi Kementerian Transmigrasi dalam mengembangkan kawasan transmigrasi yang produktif, seperti dalam pernyataan yang diterima, Sabtu (27/6/2026).
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara turut menghadiri kegiatan tersebut. Kehadirannya menunjukkan komitmen Kementerian Transmigrasi dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan pembangunan kawasan berbasis masyarakat.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa petani dan nelayan memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa, termasuk sejak masa perjuangan kemerdekaan.
"Kelompok tersebut telah memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan para pejuang ketika negara belum memiliki sistem anggaran yang mapan," kata dia.
Karena itu, Prabowo menilai keberpihakan kepada petani dan nelayan bukan sekadar pilihan kebijakan, melainkan bentuk penghargaan atas jasa mereka dalam sejarah bangsa.
Presiden juga mengkritisi paradigma pembangunan yang dinilai terlalu bergantung pada impor pangan dengan alasan efisiensi. Menurutnya, kemandirian pangan merupakan bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat kedaulatan nasional.
Kementerian Transmigrasi memandang arahan Presiden tersebut sebagai landasan dalam pengembangan kawasan transmigrasi. Selain menyediakan permukiman, kawasan transmigrasi diharapkan mampu membuka akses masyarakat terhadap lahan usaha, lapangan pekerjaan, pendidikan, teknologi, dan pasar sehingga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Pada penyelenggaraan PENAS XVII, pemerintah juga memaparkan sejumlah capaian sektor pertanian. Di antaranya penurunan harga pupuk sebesar 20 persen, Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai 127, pertumbuhan sektor pertanian sebesar 5,74 persen, serta produksi pangan nasional yang disebut mencapai 38 juta ton.
Baca Juga: Angin Puting Beliung Terjang Tolite Jaya Gorontalo Utara
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menilai capaian tersebut menjadi dorongan untuk memperkuat peran kawasan transmigrasi sebagai bagian dari solusi pembangunan nasional.
"Kawasan transmigrasi harus mampu mengurangi kemiskinan, memperluas pemerataan pembangunan, menciptakan sentra produksi baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," paparnya.
PENAS XVII di Kabupaten Gorontalo tidak hanya menjadi ajang silaturahmi bagi petani dan nelayan dari berbagai daerah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarsektor dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
-
Listyo Diberhentikan, Suyudi Dilantik Prabowo Siang Ini Jadi Kapolri Baru Usai Disetujui DPR
-
Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
Terkini
-
Penampakan Mencekam Bendungan Bili-bili, 180 Ribu Pelanggan PDAM Terancam Krisis Air
-
Jukir Tikam Ojol Karena Cekcok Parkir Rp10 Ribu Ditangkap
-
Tancap Gas! Gubernur Sulsel Minta Tribun Selatan Stadion Sudiang Tetap Digeber
-
Sulsel Tempati Peringkat IV Penghargaan Pembangunan Daerah 2026 Bappenas
-
Puan Maharani Ungkap Alasan Pemberhentian Kapolri Listyo Sigit Prabowo