- Wagub Gorontalo Idah Syahidah menginspeksi tiga lokasi program Makan Bergizi Gratis di Bone Bolango pada Kamis, 11 Juni.
- Inspeksi menemukan tingginya sisa makanan serta ketidaksesuaian prosedur standar keamanan pangan dan pengelolaan dapur yang tidak higienis.
- Hasil temuan tersebut menuntut pengelola segera memperbaiki kualitas menu dan tata kelola dapur demi efektivitas program gizi anak.
SuaraSulsel.id - Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menemukan tingginya sisa makanan dan sejumlah ketidaksesuaian standar pengelolaan pangan.
Saat inspeksi mendadak di tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bone Bolango.
Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas program, sekaligus menekan pemborosan pangan pada pelaksanaan MBG di daerah.
"Salah satu temuan terbesar kami adalah masih banyak makanan yang terbuang. Sayur bahkan bisa mencapai 23 kilogram dalam sehari. Ada juga nasi yang tersisa dalam jumlah cukup banyak. Ini harus menjadi bahan evaluasi agar menu yang disajikan benar-benar sesuai dengan selera dan kebutuhan anak-anak tanpa mengurangi nilai gizinya," kata Idah, Kamis (11/6).
Sidak yang dimulai sejak pukul 05.00 WITA itu menyasar SPPG Ulanta di Kecamatan Suwawa, SPPG Tilong Kabila, dan SPPG Bongoime. Ketiga dapur tersebut melayani sekitar 2.000 porsi makanan bergizi setiap hari.
Menurut Idah, tingginya sisa makanan menunjukkan perlunya evaluasi terhadap variasi menu, kualitas bahan baku, cita rasa, hingga metode penyajian makanan kepada penerima manfaat.
Ia menilai pengelola dapur perlu melakukan pemantauan terhadap tingkat konsumsi setiap menu agar makanan yang kurang diminati dapat segera diperbaiki atau diganti.
"Kalau ada menu yang ternyata banyak tersisa, harus segera dievaluasi. Jangan terus diulang tanpa perbaikan. Bisa jadi rasanya kurang sesuai, penyajiannya kurang menarik, atau ada faktor lain yang perlu dibenahi," ujarnya.
Selain persoalan sisa makanan, tim juga menemukan sejumlah catatan terkait standar keamanan pangan dan tata kelola dapur.
Baca Juga: Ini Alasan Cabai Keriting Kurang Diminati di Gorontalo
Di antaranya penggunaan bawang merah dan bawang putih yang telah dikupas dari pasar, padahal proses persiapan bahan seharusnya dilakukan di dapur untuk menjaga kualitas dan higienitas.
Pada menu telur, tim menemukan prosedur penanganan yang belum sepenuhnya sesuai standar, mulai dari telur yang tidak dicuci hingga proses pencucian yang dinilai belum dilakukan dengan benar.
Temuan lain meliputi penempatan galon air di gudang basah yang tidak sesuai peruntukan serta pengelolaan sampel makanan yang belum memenuhi ketentuan.
Beberapa SPPG diketahui belum menyimpan sampel makanan selama 2x24 jam sebagaimana prosedur pengawasan keamanan pangan.
Idah meminta seluruh pengelola SPPG segera menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut, termasuk menyusun perencanaan menu yang lebih bervariasi untuk mengurangi kejenuhan penerima manfaat.
Ia menegaskan keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari tingkat konsumsi makanan, keamanan pangan, dan efektivitas pengelolaan dapur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045