- Manajemen RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar memperketat pemeriksaan barang bawaan untuk mencegah masuknya benda tajam ke lingkungan rumah sakit.
- Kebijakan ini merupakan respons atas insiden penikaman terhadap seorang pasien yang dilakukan oleh pasien lain pada Sabtu (13/6).
- Tim keamanan rumah sakit kini wajib memeriksa seluruh pengunjung dan keluarga pasien demi menjaga kenyamanan serta keselamatan bersama.
SuaraSulsel.id - Manajemen Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo Makassar memperketat pemeriksaan terhadap barang bawaan pasien, keluarga pasien, hingga pembesuk, buntut dari insiden penikaman seorang pasien ke pasien lain, sebagai bentuk antisipasi dan langkah pencegahan agar kejadian tidak berulang.
"Atas kejadian itu, kami melakukan pemeriksaan atau skrining (penyaringan) yang lebih ketat dan berkala terkait benda tajam yang dibawa oleh pasien atau keluarganya," kata Humas RSUP Wahidin Sudirohusodo Aulia Yamin saat dikonfirmasi di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (15/6).
Menurut dia, manajemen rumah sakit telah memberikan larangan keras membawa barang berbahaya termasuk benda tajam ke dalam rumah sakit.
Selain itu, sudah ada aturan tegas melalui papan bicara dipasang di depan pintu masuk.
"Dalam aturan ataupun tata tertib bagi pengunjung rumah sakit, sudah jelas dicantumkan bahwa pengunjung tidak diperbolehkan membawa senjata tajam," tuturnya.
Tim pengamanan Satpam berkewajiban memeriksa seluruh barang bawaan keluarga pasien maupun pengunjung yang membesuk keluarganya demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, serta tanggung jawabnya menjaga keamanan dan kenyamanan pasien selama dirawat.
"Dari pihak rumah sakit, dalam hal ini pengamanan ketat telah dilaksanakan oleh tim pengamanan atau security. Ini demi menjaga keamanan, ketertiban serta kenyamanan pasien," tuturnya menekankan.
Sebelumnya, seorang pasien berinisial NS (45) diduga stres tega menikam pasien lain berinisial J (55) saat dirawat di ruangan Infection Center Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo Makassar, pada Sabtu (13/6) malam.
Pada malam itu, pelaku yang berada di dalam kamar terlihat mondar mandir sembari menyimpan sebilah badik. Selang beberapa saat, pelaku mendekati tempat tidur korban bahkan mereka sempat berbincang.
Baca Juga: Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Namun tiba-tiba pelaku mengeluarkan badik yang disimpan di pinggangnya lalu menyerang korban.
Beruntung, korban menahan serangan itu, namun naas mengalami luka robek pada tangan kanannya karena kena sabetan senjata tajam jenis badik.
Atas insiden tersebut, istri korban DI sempat berteriak histeris yang mengundang perhatian perawat serta pihak keamanan rumah sakit yang berada di koridor.
Satpam dengan sigap mengamankan badik dari tangan pelaku, namun pelaku langsung melarikan diri ke lantai satu rumah sakit setempat. Selang beberapa saat pelakunya diamankan.
"Sudah diamankan. Pelakunya masih dirawat di ICU, dia mengidap penyakit ginjal dan rutin menjalani cuci darah. Motifnya itu tidak ada. Pelaku ini kemungkinan diduga mengalami stres karena penyakit dideritanya tidak kunjung sembuh," kata Kapolsek Tamalanrea Kompol Mustari Alam.
Kendati demikian, pelaku kini masih menjalani perawatan di rumah sakit dengan pengawasan ketat, dari perbuatannya itu, bersangkutan tetap diproses sesuai hukum yang berlaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Di Kepulauan Talaud, Mantri BRI Hadir Dampingi UMKM Tumbuh Berkelanjutan
-
Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan
-
Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan
-
Selamat dari Serangan Maut yang Tewaskan Suami dan Anak, Begini Kondisi Nurhanisa
-
Rumah Sakit Rp161 Miliar Mulai Dibangun di Gowa, Pasien Tidak Harus ke Makassar