- Wahyudi, lulusan SMA di Makassar, bekerja sebagai penjual es kopi keliling untuk membantu ekonomi keluarganya sejak Juni 2026.
- Ia memilih menunda kuliah demi membantu ayahnya membiayai kebutuhan sehari-hari serta biaya sekolah ketiga adik kandungnya.
- Wahyudi menabung sebagian penghasilannya untuk mewujudkan impian mendaftar di perguruan tinggi negeri pada tahun depan secara mandiri.
Dari pekerjaan itu, Wahyudi menerima gaji Rp1,8 juta setiap bulan. Kadang-kadang ia mendapat tambahan komisi jika penjualan melebihi 25 gelas per hari.
Uang tersebut sebagian besar digunakan untuk membantu kebutuhan keluarga.
"Saya kumpulkan untuk bantu bapak, beli beras dan kebutuhan adik-adik juga," ungkapnya.
Namun di balik aktivitas berjualannya, Wahyudi diam-diam masih menyimpan mimpi yang sama seperti banyak lulusan SMA lainnya. Kuliah.
Sebagian penghasilannya kini mulai ia tabung untuk biaya pendidikan.
"Sisanya saya simpan untuk rencana kuliah tahun depan. Saya mau kejar beasiswa dan berusaha masuk PTN," katanya.
Ia mengaku masih optimistis.
Menurutnya, usia bukan hambatan untuk kembali mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
"Dua tahun ke depan usia saya masih cukup untuk daftar PTN. Saya mau ambil jurusan MIPA sesuai kemampuan saya waktu sekolah," tuturnya.
Baca Juga: 30 Tahun Kuasai Trotoar, Warung Legendaris Pallubasa Serigala Akhirnya Dibongkar Paksa
Perguruan tinggi negeri menjadi pilihan utama karena biaya kuliahnya relatif lebih terjangkau dibanding kampus swasta. Selain itu, peluang mendapatkan bantuan pendidikan dan beasiswa juga lebih besar.
Namun, menurut Wahyudi, biaya kuliah tidak hanya soal uang semester.
Ada biaya hidup, buku, transportasi, hingga kebutuhan lain yang tetap harus dipersiapkan.
"Walaupun PTN lebih murah, tetap butuh modal pastinya. Makanya saya pilih kumpul uang dulu sementara," katanya.
Kisah Wahyudi menjadi potret kecil dari realitas yang dihadapi sebagian lulusan SMA dan SMK di Sulawesi Selatan setiap tahun.
Data Dinas Pendidikan Sulsel mencatat jumlah lulusan SMA dan SMK pada 2026 mencapai 147.444 orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8
-
Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini
-
Pertamina Janji Dua Hari ke Depan Kondisi SPBU di Makassar Normal
-
BPH Migas Beberkan Alasan SPBU di Makassar Terus Diserbu Warga
-
Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes