Muhammad Yunus
Senin, 08 Juni 2026 | 16:06 WIB
Tangkapan layar video yang memperlihatkan detik-detik seorang pengunjung terjatuh ke laut usai diterjang ombak di kawasan wisata Apparalang, Bulukumba, Minggu, 7 Juni 2026. Korban ditemukan meninggal dunia. [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Remaja perempuan bernama Elmi Febrianti tewas tersapu ombak saat berfoto di kawasan wisata Apparalang, Bulukumba, Minggu 7 Juni 2026.
  • Korban terjatuh ke laut akibat hantaman ombak besar yang terjadi secara tiba-tiba di area pinggir tebing lokasi wisata.
  • Tim SAR gabungan menemukan jenazah korban dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 23.58 Wita setelah dilakukan pencarian intensif.

Pencarian berlangsung selama berjam-jam hingga malam hari. Tim menyisir perairan sekitar Apparalang dengan menggunakan berbagai peralatan pencarian.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan pada hari yang sama sekitar pukul 23.58 Wita atau kurang dari 10 jam setelah dilaporkan tenggelam.

"Korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dan langsung dievakuasi. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia," kata Hasbullah.

Tragedi ini kemudian memicu sorotan publik terhadap aspek keselamatan di kawasan wisata Apparalang. Banyak warganet dan pengunjung mempertanyakan minimnya perangkat keselamatan maupun petugas pengawas di salah satu destinasi wisata paling populer di Bulukumba tersebut.

Apparalang selama ini dikenal sebagai objek wisata alam yang menawarkan tebing batu karang dengan panorama laut yang indah.

Lokasi tersebut kerap menjadi tujuan wisatawan untuk berfoto karena memiliki pemandangan yang menyerupai tebing-tebing pantai eksotis di luar negeri.

Namun, keindahan itu juga menyimpan risiko karena sebagian area wisata berbatasan langsung dengan laut terbuka yang sewaktu-waktu dapat diterjang ombak besar.

Kepala Bidang Humas Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban. Ia juga mengapresiasi kerja keras tim SAR gabungan yang melakukan pencarian hingga larut malam.

"Jenazah korban sudah ditemukan setelah Basarnas dan BPBD bekerja keras melakukan pencarian hingga tengah malam," ungkapnya.

Baca Juga: Mengapa Turis Tiongkok hingga Singapura 'Gila-gilaan' Berburu Gunung dan Laut di Indonesia?

Di balik insiden tersebut, muncul kembali persoalan lama terkait tata kelola kawasan wisata Apparalang.

Pemerintah Kabupaten Bulukumba mengungkapkan bahwa status pengelolaan objek wisata tersebut hingga kini masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya tuntas.

Meski Desa Ara telah ditetapkan sebagai salah satu desa wisata melalui Surat Keputusan Bupati Bulukumba, aspek perizinan dan pengelolaan kawasan disebut belum sepenuhnya jelas.

Pemerintah daerah saat ini masih mengkaji berbagai opsi agar pengelolaan kawasan wisata tersebut dapat memenuhi standar keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung.

Menurut Ayatullah, lokasi wisata Apparalang berada di atas lahan negara. Namun sejak 2016, pengelolaan kawasan dilakukan oleh pihak swasta atau yayasan.

Selama ini pemerintah daerah telah berupaya mengambil alih pengelolaan agar penataan kawasan lebih tertib dan sesuai regulasi yang berlaku.

Load More