Muhammad Yunus
Senin, 08 Juni 2026 | 16:06 WIB
Tangkapan layar video yang memperlihatkan detik-detik seorang pengunjung terjatuh ke laut usai diterjang ombak di kawasan wisata Apparalang, Bulukumba, Minggu, 7 Juni 2026. Korban ditemukan meninggal dunia. [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Remaja perempuan bernama Elmi Febrianti tewas tersapu ombak saat berfoto di kawasan wisata Apparalang, Bulukumba, Minggu 7 Juni 2026.
  • Korban terjatuh ke laut akibat hantaman ombak besar yang terjadi secara tiba-tiba di area pinggir tebing lokasi wisata.
  • Tim SAR gabungan menemukan jenazah korban dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 23.58 Wita setelah dilakukan pencarian intensif.

SuaraSulsel.id - Liburan keluarga yang diharapkan menjadi momen menyenangkan berakhir tragis di kawasan wisata Apparalang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Seorang remaja perempuan bernama Elmi Febrianti (17) tewas setelah tersapu ombak saat berada di salah satu spot foto di tebing wisata tersebut.

Peristiwa nahas itu terjadi di kawasan wisata Apparalang, Desa Ara, Kecamatan Bonto Bahari, Minggu, 7 Juni 2026, sekitar pukul 14.30 Wita.

Saat kejadian, Elmi tengah berlibur bersama keluarga dan sejumlah temannya.

Remaja asal Kecamatan Herlang itu kemudian turun ke area tebing yang selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi favorit pengunjung untuk berfoto dengan latar panorama laut lepas. Namun, ombak besar tiba-tiba menghantam area pinggir tebing tempat korban berdiri.

Hempasan ombak yang datang mendadak membuat Elmi kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke laut.

Korban kemudian terlihat terombang-ambing di antara gelombang tinggi sebelum akhirnya hilang dari pandangan.

Tebing Apparalang di Kabupaten Bulukumba dipadati wisatawan selama libur lebaran Tahun 2022 [SuaraSulsel.id/Muhammad Yunus]

Detik-detik saat korban terseret ombak sempat terekam kamera pengunjung lain dan videonya kemudian viral di media sosial.

Dalam rekaman itu terlihat korban berusaha bertahan di tengah derasnya arus laut, sementara para pengunjung yang berada di atas tebing hanya bisa menyaksikan tanpa mampu memberikan pertolongan.

Baca Juga: Mengapa Turis Tiongkok hingga Singapura 'Gila-gilaan' Berburu Gunung dan Laut di Indonesia?

Kondisi gelombang yang tinggi membuat upaya penyelamatan secara spontan hampir mustahil dilakukan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba, Andi Hasbullah mengatakan berdasarkan informasi yang diterima tim di lapangan, korban terjatuh setelah dihantam ombak saat berada di pinggir tebing.

"Penyebabnya karena terkena hempasan ombak saat berada di area tebing dekat spot foto Apparalang sehingga korban terjatuh ke laut," ucapnya saat dihubungi, Senin, 8 Juni 2026.

Menurut Hasbullah, tidak ada pengunjung yang berani turun memberikan pertolongan setelah korban jatuh. Selain kondisi medan yang sulit, gelombang laut saat itu juga tergolong tinggi.

"Kalau melihat kondisi di video yang kami terima, ombak sangat tinggi. Hampir satu setengah meter. Jadi tidak ada yang berani melakukan pertolongan langsung karena sangat berisiko," ujarnya.

Setelah menerima laporan kejadian, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri dan unsur relawan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi.

Load More