- Pelemahan nilai tukar rupiah sejak Mei 2026 menyebabkan lonjakan harga perangkat elektronik impor di Kota Makassar.
- Kenaikan biaya produksi global akibat kelangkaan pasokan chip memicu kenaikan harga berbagai produk gawai secara signifikan.
- Harga kebutuhan pokok di pasar tradisional turut melonjak, sehingga Bulog mengintensifkan distribusi bantuan pangan bagi masyarakat.
SuaraSulsel.id - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai terasa hingga ke masyarakat di daerah.
Tidak hanya memengaruhi harga perangkat elektronik impor, gejolak kurs juga ikut menyeret harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran.
Di pusat penjualan elektronik Karebosi Link dan MTC Karebosi Makassar, para pedagang mengaku harus menyesuaikan harga hampir setiap pekan.
Kenaikan paling terasa terjadi pada produk telepon genggam, tablet, hingga laptop yang sebagian besar masih bergantung pada komponen impor.
Amalia (30), salah seorang warga Makassar merasakan langsung dampak kondisi tersebut. Ia mengaku sempat berniat membeli tablet Samsung S10 Lite setelah memantau harga di MTC Karebosi.
Saat mengecek pada Jumat (5/6), harga perangkat itu masih berada di kisaran Rp6,7 juta. Namun hanya berselang dua hari, tepatnya Minggu (7/6), ia mendapat kabar bahwa harga tablet tersebut melonjak menjadi Rp8 juta.
"Saya kan sempat pesan, lalu dikabari katanya harganya naik karena dolar terus naik. Padahal saya cek beda beberapa hari saja, naiknya sampai lebih dari satu juta rupiah," ujarnya, Senin, 8 Juni 2026.
Menurut Amalia, para pedagang bahkan menyarankan calon pembeli agar tidak menunda transaksi apabila memang membutuhkan perangkat elektronik.
Sebab, harga diperkirakan masih akan terus bergerak naik mengikuti fluktuasi dolar AS dan kenaikan biaya produksi global.
Baca Juga: Cara Daftar Online SPMB 2026 Makassar: Panduan Lengkap Pembuatan Akun hingga Seleksi
"Sekarang dikasih tahu kalau ada uang dan sangat butuh langsung beli. Jangan ditunda karena harga akan naik terus," ucapnya.
Kondisi serupa dibenarkan Nana, salah seorang pegawai toko elektronik di kawasan MTC Karebosi.
Ia mengatakan tren kenaikan harga sudah mulai terasa sejak Mei 2026 dan terjadi hampir pada seluruh kategori produk elektronik.
"Naiknya sudah sejak Mei. Yang paling terasa memang HP karena sekarang itu kebutuhan utama masyarakat," katanya.
Tak hanya telepon genggam, kenaikan juga terjadi pada tablet, laptop, jam tangan pintar, hingga kartu memori.
Besaran kenaikannya bervariasi, mulai Rp300 ribu hingga lebih dari Rp1 juta untuk produk-produk yang memiliki permintaan tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
Terkini
-
Dolar Menggila, Pedagang Elektronik di Makassar Menjerit: Bukan Sepi Lagi, Sangat Sepi!
-
Ironi Lulusan SMK di Sulsel: Disebut 'Siap Kerja', Tapi Dominasi Angka Pengangguran
-
Pemprov Sulsel Percepat Penanganan Ruas Jalan Strategis, Perkuat Konektivitas Antarwilayah
-
Cara Daftar Online SPMB 2026 Makassar: Panduan Lengkap Pembuatan Akun hingga Seleksi
-
Tragedi di SMPN 35 Makassar: Anggota OSIS Dikeroyok Usai Menegur Siswa Melanggar Aturan