- Pelemahan nilai tukar rupiah sejak Mei 2026 menyebabkan lonjakan harga perangkat elektronik impor di Kota Makassar.
- Kenaikan biaya produksi global akibat kelangkaan pasokan chip memicu kenaikan harga berbagai produk gawai secara signifikan.
- Harga kebutuhan pokok di pasar tradisional turut melonjak, sehingga Bulog mengintensifkan distribusi bantuan pangan bagi masyarakat.
"Yang paling terasa biasanya produk yang banyak dicari seperti iPhone, Samsung, dan Xiaomi. Ada yang naik ratusan ribu sampai jutaan rupiah," ujarnya.
Menurut Nana, kondisi tersebut membuat daya beli masyarakat ikut melemah. Banyak konsumen memilih menunda pembelian sambil menunggu harga kembali stabil.
"Bukan sepi lagi, sangat sepi sekarang," keluhnya.
Selain dipicu pelemahan rupiah, pedagang juga menyoroti masalah pasokan komponen elektronik global yang belum sepenuhnya pulih.
Sejak akhir 2025, industri teknologi dunia menghadapi tekanan akibat meningkatnya kebutuhan chip untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Lonjakan permintaan tersebut membuat sebagian produsen semikonduktor lebih memprioritaskan produksi chip untuk pusat data dan perangkat AI dibandingkan chip konvensional yang digunakan pada ponsel, laptop, konsol gim, hingga peralatan elektronik rumah tangga.
Akibatnya, biaya produksi sejumlah perangkat elektronik meningkat dan berdampak pada harga jual di tingkat konsumen.
Namun, tekanan terhadap masyarakat ternyata tidak hanya datang dari sektor elektronik.
Di pasar tradisional, sejumlah bahan kebutuhan pokok juga mengalami kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir menjelang Hari Raya Iduladha.
Baca Juga: Cara Daftar Online SPMB 2026 Makassar: Panduan Lengkap Pembuatan Akun hingga Seleksi
Minyak goreng kemasan dua kilogram yang sebelumnya dijual sekitar Rp38 ribu kini naik menjadi Rp47 ribu. Kenaikan juga terjadi pada komoditas cabai, bawang merah, bawang putih, hingga tomat.
Nona, seorang pedagang di Pasar Daya Makassar mengatakan harga berbagai kebutuhan pokok terus bergerak naik sejak beberapa waktu terakhir.
"Pertama karena biaya angkut naik. Plastik kemasan juga naik, jadi hampir semua barang ikut naik," katanya.
Kondisi tersebut diakui oleh Pimpinan Perum Bulog Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), Fahrurozi.
Berdasarkan hasil pemantauan pihaknya, memang terdapat kenaikan pada sejumlah komoditas pangan, terutama beras premium dan minyak goreng.
"Iya, dari hasil pengecekan kami memang ada beberapa kenaikan, terutama pada beras premium dan minyak goreng," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Dibalik Viral Video Wisatawan Terseret Ombak, Terungkap Masalah 'Pelik' Wisata Apparalang Bulukumba
-
Dolar Menggila, Pedagang Elektronik di Makassar Menjerit: Bukan Sepi Lagi, Sangat Sepi!
-
Ironi Lulusan SMK di Sulsel: Disebut 'Siap Kerja', Tapi Dominasi Angka Pengangguran
-
Pemprov Sulsel Percepat Penanganan Ruas Jalan Strategis, Perkuat Konektivitas Antarwilayah
-
Cara Daftar Online SPMB 2026 Makassar: Panduan Lengkap Pembuatan Akun hingga Seleksi