- Keluarga Cathlyn Yvaine Lesmana menerima keputusan BPIP yang tidak meloloskannya sebagai anggota Paskibraka nasional di Istana Merdeka.
- Cathlyn kini diakomodasi sebagai anggota Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dan menerima tawaran beasiswa pendidikan ke luar negeri.
- Pihak berwenang menegaskan bahwa proses seleksi Paskibraka dilakukan secara transparan tanpa ada unsur diskriminasi SARA sedikit pun.
SuaraSulsel.id - Keluarga Cathlyn Yvaine Lesmana, calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menyatakan legowo.
Atas keputusan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tidak meloloskannya untuk menjadi anggota Paskibraka di Istana Merdeka pada upacara bendera HUT Kemerdekaan RI tahun ini.
"Mewakili dari orang tuanya. Sudah disampaikan dari RDP (rapat dengar pendapat) bahwasanya, kami dari kantor hukum atau pun orang tua dari Cathlyn sudah menerima semua hasil keputusan dari BPIP Pusat," kata penasihat hukumnya Sunarto Eko Tomo di Makassar, Rabu (3/6).
Menurutnya, meski hasil yang dikeluarkan BPIP memastikan kliennya tidak lolos ke Istana Negara, maupun hasil RDP terkait kisruh seleksi Paskibraka di Kantor DPRD Sulsel masih mengkaji persoalan itu, namun akhirnya Pemerintah Provinsi tetap mengakomodir.
"Kami tidak mempermasalahkan. Cathlyn dan Mevi (rekannya) pun sudah terpilih juga menjadi Paskibraka di Rujab Gubernur Sulawesi Selatan untuk pengibaran nanti di 17 Agustus 2026. Itu saja," paparnya.
Berkaitan isu yang beredar bahwa Cathlyn tidak diloloskan karena berasal dari etnis Tionghoa, pihaknya menegaskan isu tersebut tidak benar dan diduga sengaja dihembuskan untuk memprovokasi serta menciptakan kegaduhan.
"Itu adalah hal-hal yang tidak benar. Jadi, kami berharap ke depan buat panitia, semoga proses seleksinya bisa lebih baik lagi. Kami pun dari keluarga besar mendukung sepenuhnya putra-putri daerah dan teman-teman Cathlyn yang sudah terpilih menjadi Paskibraka di Istana," tuturnya.
Sementara, Ketua Generasi Muda Indonesia Tionghoa (Gema Inti) Makassar Irvan menyatakan, pihaknya sejak awal mengawal proses seleksi hingga viral di media sosial dari hasil seleksi tersebut.
"Kami mengamati dan menemani adik-adik dengan orang tuanya supaya jangan syok. Kita melihat kekecewaan pasti ada," katanya.
Baca Juga: Gubernur Sulsel: Proses Seleksi Paskibraka Sesuai Mekanisme
Soal isu etnis, ia enggan merespons itu karena diduga sengaja dihembuskan orang tidak bertanggungjawab membuat suasana makin tidak kondusif.
Pihaknya menginginkan dalam seleksi ada transparan maupun keterbukaan agar tidak dipersoalkan.
"Kami tidak masuk dalam ranah soal etnisitas atau apa segala macam. Kami hanya inginkan adanya keterbukaan, karena dalam Undang-undang dasar sudah dijamin. Soal diskriminasi nggak boleh ada. Jadi, kami percaya bahwa awalnya itu mestinya jalan, tapi semua ada hikmahnya," tutur dia.
Diberikan beasiswa ke luar negeri
Walaupun Catelyn gagal menjadi anggota Paskibraka di tingkat nasional, namun tetap diakomodir oleh Pemerintah Provinsi Sulsel menjadi bagian Paskibraka tingkat provinsi di Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2026. Selain itu, Catelyn diberikan beasiswa ke luar negeri.
"Kami dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa juga berinisiatif untuk memberikan beasiswa. Itu bagian dari untuk menetralisir keadaan, karena keputusassan mungkin bisa saja terjadi. Oleh karena itu, kami mau menjaga, supaya bagaimana adik-adik kita ini jangan patah semangat," kata Ketua Perhimpunan Tionghoa Sulsel Yongris Lao.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
10 Kandidat Berebut 5 Kursi Pimpinan Baznas Makassar
-
Hak Angket Bupati Gowa Memanas, DPRD dan Pansus Digugat ke Pengadilan
-
Keluarga Cathlyn Terima Keputusan Panitia Seleksi Paskibraka, Bantah Ada Rasisme
-
Polda Sulbar Tahan Mantan Ketua DPRD Mamuju
-
Pemerintah Setuju Naikkan Harga Eceran Tertinggi Minyakita