Muhammad Yunus
Rabu, 03 Juni 2026 | 07:31 WIB
Tradisi unik jamaah haji asal Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Mereka berdandan dengan pakaian dan aksesoris mencolok sebelum kembali ke rumah bertemu keluarga [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Ratusan jemaah haji asal Sidrap singgah di Kabupaten Maros untuk melaksanakan tradisi ma'bello sebelum kembali ke rumah.
  • Tradisi ma'bello merupakan simbol kebahagiaan dan penghormatan kepada keluarga dengan mengenakan pakaian terbaik serta perhiasan emas khas.
  • Sebanyak 786 jemaah haji Sidrap tahun 2026 berangkat dengan kuota lebih besar sehingga mengurangi durasi antrean keberangkatan haji.

"Sidrap dikenal sebagai daerah yang antrean hajinya sangat panjang, bahkan pernah mencapai 49 tahun. Sekarang sudah turun menjadi sekitar 26 tahun," katanya.

Selain itu, Syaharuddin juga mengapresiasi penyelenggaraan ibadah haji tahun ini yang dinilai jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan yang diterimanya dari para jemaah, pelayanan selama berada di Makkah, Madinah hingga Jeddah berjalan lancar tanpa kendala berarti.

"Pelayanan tahun ini sangat bagus. Tidak ada keluhan yang berarti. Bahkan saat tiba di bandara dan Asrama Haji Debarkasi Makassar, prosesnya cepat dan tertata," ujarnya.

Meski demikian, satu jemaah lanjut usia harus mendapatkan penanganan medis setelah tiba di Makassar dan dirujuk ke RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo untuk observasi lebih lanjut.

Sementara, seorang jemaah lainnya masih menjalani perawatan di Makkah dan akan dipulangkan setelah kondisi kesehatannya membaik.

Tradisi unik jamaah haji asal Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Mereka berdandan dengan pakaian dan aksesoris mencolok sebelum kembali ke rumah bertemu keluarga [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Lebih Dari Sekadar Berdandan

Budayawan Universitas Hasanuddin, Ilham Daeng Makkelo menilai tradisi ma'bello memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar berhias.

Menurutnya, tradisi tersebut kemungkinan mulai berkembang pada awal abad ke-20 seiring berkembangnya penggunaan busana khas yang terinspirasi dari model baju bodo.

Baca Juga: 221 Rumah di Sidrap Rusak Dihantam Longsor

"Kalau dilihat dari sejarah pakaiannya, baju bodo mulai berkembang pada abad ke-20 dan kemudian sering disandingkan dengan tradisi kepulangan haji," kata Ilham.

Ia menjelaskan bahwa bagi masyarakat Sulawesi Selatan, ibadah haji sejak lama tidak hanya dipandang sebagai perjalanan spiritual, tetapi juga memiliki makna sosial yang kuat.

Pada masa lalu, status sosial tertinggi umumnya hanya dimiliki kalangan bangsawan. Namun gelar haji menghadirkan identitas baru yang dihormati oleh masyarakat luas tanpa memandang garis keturunan.

Karena itu, kepulangan dari Tanah Suci sering dirayakan secara istimewa.

"Ketika mereka pulang dan berdandan, itu ingin memperlihatkan kepada keluarga dan masyarakat di kampung bahwa mereka telah memiliki identitas baru sebagai seorang haji," ujarnya.

Tradisi ma'bello pun menjadi simbol perubahan status sosial sekaligus ungkapan rasa syukur setelah menuntaskan salah satu rukun Islam.

Load More