- Ratusan jemaah haji asal Sidrap singgah di Kabupaten Maros untuk melaksanakan tradisi ma'bello sebelum kembali ke rumah.
- Tradisi ma'bello merupakan simbol kebahagiaan dan penghormatan kepada keluarga dengan mengenakan pakaian terbaik serta perhiasan emas khas.
- Sebanyak 786 jemaah haji Sidrap tahun 2026 berangkat dengan kuota lebih besar sehingga mengurangi durasi antrean keberangkatan haji.
SuaraSulsel.id - Ratusan jemaah haji asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan tidak akan langsung pulang ke rumah masing-masing setelah tiba dari Tanah Suci.
Sebelum bertemu keluarga yang telah menunggu kepulangan mereka, para jemaah terlebih dahulu singgah di Kabupaten Maros.
Bukan karena urusan administrasi ataupun pemeriksaan kesehatan tambahan. Mereka singgah untuk menjalani tradisi turun-temurun yang dikenal dengan istilah ma'bello.
Tradisi ini merupakan kebiasaan masyarakat Bugis yang dilakukan jemaah haji sebelum kembali ke kampung halaman.
Para jemaah akan berdandan, mengenakan pakaian terbaik, serta memakai berbagai aksesori dan perhiasan sebelum mengikuti prosesi penyambutan keluarga.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif mengatakan tradisi tersebut masih terus dipertahankan hingga saat ini dan menjadi momen yang paling dinantikan para jemaah setelah menunaikan ibadah haji.
"Biasanya di pesawat mereka ma'bello atau merias sendiri. Tapi kali ini kebijakannya supaya seragam dulu semuanya menggunakan pakaian haji. Nanti singgah di Maros untuk ma'bello atau merias menggunakan pakaian ala orang Sidrap," kata Syaharuddin, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurutnya, ma'bello bukan sekadar berdandan. Tradisi itu menjadi simbol kebahagiaan setelah menyelesaikan perjalanan spiritual yang panjang sekaligus bentuk penghormatan kepada keluarga yang telah menunggu kepulangan mereka.
Karena itu, para jemaah biasanya mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki. Tidak sedikit pula yang melengkapinya dengan berbagai perhiasan emas yang menjadi ciri khas tradisi tersebut.
Baca Juga: 221 Rumah di Sidrap Rusak Dihantam Longsor
"Pakaian dandan yang bagus karena sudah ditunggu seluruh keluarganya di Sidrap. Biasanya khasnya emasnya yang banyak," ujarnya sambil tersenyum.
Setelah menjalani prosesi ma'bello di Maros, para jemaah dijadwalkan mengikuti penyambutan resmi di Rumah Jabatan Bupati Sidrap sebelum kembali ke rumah masing-masing.
Pada gelombang pertama pemulangan tahun ini, sebanyak 387 jemaah haji asal Sidrap tiba dalam satu kloter penuh yang seluruh penumpangnya berasal dari daerah tersebut. Namun jumlah itu baru separuh dari total jemaah haji Sidrap tahun 2026.
"Alhamdulillah satu pesawat, satu kloter semuanya Sidrap. Masih ada lagi satu kloter berikutnya karena tahun ini Sidrap memberangkatkan 786 jemaah haji," ungkap Syaharuddin.
Ia menyebut meningkatnya jumlah jemaah yang berangkat tahun ini dipengaruhi bertambahnya kuota haji yang diberikan pemerintah.
Dampaknya, masa tunggu keberangkatan yang selama ini menjadi persoalan di Sidrap mulai berkurang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Sekda Sulsel Dorong OPD Perkuat Pelayanan Publik Jelang Penilaian Ombudsman 2026
-
Ratusan Petani Luwu Timur Turun Gunung Tolak Penggusuran Kawasan Industri
-
Rebutan Solar Berdarah di SPBU Makassar, Kenapa Pertamina Selalu Bilang Stok Aman?
-
Pemuda Sinjai Merantau Demi Biayai Adik, Tewas Dikeroyok Massa
-
Dugaan Asusila Guru SD di Patimpeng Bone Disorot, SEMMI: Tolak Damai !