Muhammad Yunus
Senin, 23 Maret 2026 | 09:55 WIB
Ilustrasi: Pemberlakukan contraflow di Tol Jakarta - Cikampek pada Kamis (19/3/2026) untuk memperlancar perjalanan pada pemudik di musim libur Lebaran 2026. [Suara.com/Antara]
Baca 10 detik
  • Gubernur Sulbar mengingatkan ASN yang mudik Idul Fitri untuk kembali bekerja tepat waktu atau akan dikenakan sanksi.
  • Gubernur memantau langsung kesiapan posko, fasilitas, serta berdialog dengan penumpang di Terminal Simbuang Mamuju.
  • Harga tiket bus tujuan Makassar dipastikan stabil pada puncak arus mudik

SuaraSulsel.id - Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mudik Lebaran untuk kembali tepat waktu setelah melakukan cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.

"Saya mengingatkan ASN yang melakukan mudik agar kembali tepat waktu. Pelanggaran terhadap aturan tersebut akan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku," ucapnya di Mamuju, pekan lalu, saat pemantauan langsung arus mudik di Terminal Simbuang Mamuju.

Pada kegiatan tersebut, Suhardi Duka didampingi Sekretaris Daerah Junda Maulana, Kapolda Sulbar Inspektur Jenderal Polisi Adi Deriyan Jayamarta, serta sejumlah pejabat terkait, termasuk Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Terminal, dan pejabat vertikal lainnya.

Selama pemantauan, Gubernur meninjau kesiapan sejumlah pos pengamanan dan pos kesehatan yang telah disiagakan di dalam kompleks terminal.

Ia juga sempat berdialog langsung dengan para penumpang di atas bus untuk memastikan kenyamanan dan keamanan perjalanan mereka.

"Pemantauan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama periode mudik lebaran tahun ini," kata Suhardi Duka.

Gubernur memastikan kendaraan yang beroperasi dalam kondisi layak jalan dan penumpang dapat terangkut dengan baik.

Ia juga memastikan seluruh petugas berada di lokasi dan menjalankan tugas dengan baik, mulai dari pemeriksaan kelayakan kendaraan, pengawasan kepatuhan lalu lintas, hingga kesiapan tenaga kesehatan.

Dukungan logistik bagi petugas, lanjutnya, juga menjadi perhatian agar mereka tetap prima selama bertugas.

Baca Juga: Mengapa PPPK Sulbar Tak Dapat THR? Ini Penyebabnya

"Semua petugas lengkap, ada yang cek kendaraan dan ada tenaga kesehatan. Yang penting juga mereka harus cukup konsumsi, supaya bisa bertahan dan bekerja dengan baik,” katanya.

Gubernur juga mengimbau para penumpang agar tetap tertib saat naik ke dalam bus dan tidak berdesak-desakan.

“Penumpang tidak perlu berdesakan. Naiklah secara teratur karena semua sudah diatur oleh petugas. Bus tidak akan meninggalkan penumpangnya,” ujar Suhardi Duka.

Ia juga mengingatkan agar penumpang memastikan tujuan dan bus yang akan dinaiki agar tidak terjadi kesalahan.

Selain itu Suhardi Duka memastikan harga tiket masih dalam kondisi stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan.

"Kami mengecek langsung harga tiket sekitar Rp280 ribu per orang dan untuk bus sleeper di atas Rp300 ribu. Jadi tidak ada kenaikan tarif bus," ucapnya.

Load More