- Tim peneliti gabungan menemukan 43 individu Hiu Gangga yang terancam punah di Sungai Sesayap, Kalimantan Utara, pada 2023.
- Penemuan tersebut menjadikan Sungai Sesayap sebagai habitat penting dan wilayah konservasi internasional bagi keberlangsungan Hiu Gangga dunia.
- Pemerintah dan peneliti menyusun strategi perlindungan kolaboratif dengan masyarakat lokal melalui skema pengaturan tangkap yang minim konflik.
Di balik temuan penting tersebut, para peneliti juga menemukan fakta lain yang cukup melegakan. Hiu Gangga ternyata bukan target utama tangkapan nelayan.
Spesies ini umumnya tertangkap secara tidak sengaja atau bycatch saat nelayan memasang jaring di kawasan muara.
Karena nilai ekonominya rendah, masyarakat pesisir tidak memburu hiu ini secara khusus. Kondisi tersebut membuka peluang lahirnya pendekatan konservasi yang lebih realistis dan minim konflik dengan nelayan lokal.
Alih-alih menerapkan larangan total penangkapan, para peneliti dan pemangku kepentingan mendorong skema perlindungan terbatas, seperti pelepasan anakan hiu, pengaturan ukuran tangkap, hingga pembatasan alat tangkap tertentu di wilayah habitat penting.
Langkah lanjutan kini tengah disiapkan. Tim peneliti akan melakukan kajian sosial-ekonomi di delapan desa sepanjang Sungai Sesayap untuk memetakan hubungan masyarakat dengan hiu dan pari, sekaligus mencari model insentif konservasi yang sesuai bagi warga pesisir.
Selain itu, edukasi publik juga diperkuat melalui poster, kartu identifikasi spesies, hingga pertemuan warga agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga spesies langka tersebut.
Hiu Gangga sendiri merupakan hiu sungai tropis yang hidup di wilayah hilir sungai, muara, hingga pesisir dengan kedalaman sekitar 50 meter.
Spesies ini memiliki moncong pendek membulat dengan panjang tubuh yang dapat mencapai 2,7 meter.
Dalam beberapa dekade terakhir, populasinya diperkirakan menurun lebih dari 80 persen akibat tangkapan tidak sengaja, degradasi habitat, sedimentasi sungai, hingga pembangunan bendungan yang mengganggu aliran alami sungai.
Baca Juga: Pemanasan Global Ancam Kesehatan Warga Pesisir Makassar
Karena itu, kemunculan kembali Hiu Gangga di Sungai Sesayap menjadi catatan penting bagi dunia konservasi.
Sebelumnya, kemunculan terakhir spesies ini di wilayah Kalimantan tercatat pada 2003 di Sungai Kinabatangan, Malaysia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus
-
Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup
-
Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September
-
Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar
-
Pekerja Telkom Akses Tewas Tertimpa Tembok Beton di Gowa