- Universitas Hasanuddin dan Stanford University meresmikan aliansi riset kesehatan lingkungan di Makassar pada November 2025 untuk mengatasi dampak iklim.
- Kedua institusi menggelar layanan kesehatan gratis di Kecamatan Tallo pada 10 Mei 2026 guna mengedukasi warga terkait dampak lingkungan.
- Riset menunjukkan suhu ekstrem dan kepadatan penduduk di kawasan pesisir meningkatkan risiko kesehatan serius bagi anak dan lansia.
SuaraSulsel.id - Dampak pemanasan global kini tidak lagi sekadar menjadi isu lingkungan, tetapi mulai dirasakan langsung dalam kehidupan masyarakat perkotaan padat penduduk.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam kolaborasi antara Universitas Hasanuddin dan Stanford University yang terus diperkuat melalui riset kesehatan lingkungan di kawasan pesisir Kota Makassar.
Kemitraan kedua institusi yang telah berlangsung lebih dari satu dekade itu mencapai titik penting melalui peresmian Stanford–Unhas Alliance for Planetary Health Research in Asia Pacific di Kampus Tamalanrea pada November 2025.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat, pengembangan teknologi kesehatan, hingga riset dampak perubahan iklim terhadap kehidupan warga.
Salah satu implementasinya diwujudkan melalui Pameran Kesehatan Lingkungan dan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar di SD Inpres Galangan Kapal I, II, III, dan IV, Kecamatan Tallo, Sabtu (10/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan layanan pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, diabetes, hingga pemeriksaan rontgen gratis bagi masyarakat.
Selain itu, tersedia pula area bermain anak dan booth edukasi kesehatan lingkungan yang menyoroti ancaman cuaca ekstrem dan sanitasi buruk di kawasan padat penduduk.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas sekaligus Direktur Kemitraan Unhas, Ansariadi, mengatakan Kecamatan Tallo dipilih karena menjadi laboratorium lapangan penelitian kesehatan masyarakat antara Unhas dan Stanford University.
Menurutnya, wilayah tersebut menghadapi tantangan serius akibat kepadatan penduduk dan persoalan kesehatan lingkungan yang diperparah perubahan iklim.
Baca Juga: Ditolak BPJS, Pemkot Makassar Beri Anggaran Khusus untuk Korban Begal dan Tawuran
“Selama hampir dua tahun terakhir, Unhas bersama Stanford University melakukan berbagai penelitian di wilayah tersebut. Penelitian meliputi pengelolaan sampah, dampak cuaca panas terhadap kesehatan, pemantauan penyakit anak, hingga monitoring tumbuh kembang anak di masyarakat,” ujar Ansariadi.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan suhu udara dan buruknya kualitas lingkungan berpotensi memperbesar risiko penyakit pada masyarakat rentan, terutama anak-anak dan lansia.
Peneliti dari Stanford University, Morgan, mengungkapkan masih banyak persoalan kesehatan yang ditemukan di kawasan tersebut, mulai dari anemia, penyakit menular, hingga stunting.
Ia menilai perubahan iklim dan kondisi lingkungan padat penduduk menjadi faktor yang memperburuk kualitas kesehatan masyarakat apabila tidak diantisipasi sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dan kesehatan keluarga,” ujarnya.
Kolaborasi Unhas dan Stanford tidak hanya berfokus pada penelitian akademik, tetapi juga mendorong lahirnya solusi kesehatan berbasis komunitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bebas dari Paving Block! 6 Km Jalan Tamalanrea Raya Makassar Dihotmix
-
Siang Jual Bendera, Malam Jualan Sari Laut: Cerita Pedagang Musiman Menjemput Rezeki Kemerdekaan
-
Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone
-
Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Kolaborasi Himbara, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Masyarakat
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan