Muhammad Yunus
Rabu, 20 Mei 2026 | 06:00 WIB
Kereta Api Sulawesi Selatan saat melintas di jalur operasional yang telah tersambung hingga Barru. Pemerintah masih menuntaskan pembangunan jalur menuju Makassar dan Parepare [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Proyek Kereta Api Trans Sulawesi bertujuan menghubungkan Makassar hingga Manado untuk meningkatkan konektivitas logistik dan pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Pembangunan tahap awal jalur Makassar-Parepare sepanjang 142 kilometer masih berproses meski terkendala masalah pembebasan lahan dan anggaran.
  • Pemerintah berencana melibatkan investor swasta guna mempercepat penyelesaian infrastruktur strategis yang menghubungkan pelabuhan dengan kawasan industri.

Konektivitas tersebut penting untuk mendukung distribusi logistik dari pelabuhan utama di Makassar menuju kawasan utara Sulawesi Selatan maupun sebaliknya.

"Harapannya tentu jalur ini nantinya bisa mencakup seluruh Sulawesi. Namun, untuk saat ini kami berharap fungsi yang ada bisa dioptimalkan terlebih dahulu," ujarnya.

Ia menilai proyek tersebut harus segera dituntaskan mengingat anggaran yang telah digelontorkan mencapai triliunan rupiah.

"Segera diselesaikan karena anggaran yang sudah dikeluarkan mencapai triliunan rupiah. Jadi manfaatnya harus bisa lebih optimal," tegasnya.

Kehadiran jalur kereta api ini memang diharapkan menjadi solusi transportasi massal dan logistik baru di Sulawesi Selatan.

Selain mempercepat waktu tempuh Makassar-Parepare, kereta api juga dinilai mampu menekan biaya distribusi barang yang selama ini sangat bergantung pada jalur darat.

Di sisi lain, proyek ini juga disebut akan memperkuat integrasi kawasan industri, pelabuhan, jalan tol, dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sulsel, Asrul Sani mengatakan keberadaan jalur Kereta Api Trans Sulawesi akan menjadi penggerak utama investasi dan hilirisasi industri di Sulawesi Selatan.

Pemerintah provinsi saat ini tengah menyusun peta jalan hilirisasi investasi dengan penguatan regulasi dan pembagian kawasan ekonomi berbasis wilayah.

Baca Juga: Ratusan Tambang Galian C di Sulteng Terancam Disetop, Baru 7 Perusahaan Kantongi RKAB 2026

"Aspek konektivitas menjadi sangat penting. Kawasan Mamminasata misalnya, nantinya akan terintegrasi jalannya, jalan tolnya, pelabuhannya, hingga kereta apinya," ujar Asrul.

Ia menyebut integrasi antar moda transportasi itu akan membuat arus logistik lebih efisien sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di Sulawesi Selatan.

Meski demikian, tantangan proyek tersebut masih cukup besar, terutama pada proses pembebasan lahan menuju Makassar New Port.

Menteri Perhubungan RI, Dhudy Purwagandhi sebelumnya menyatakan pemerintah tetap berupaya menuntaskan proyek Kereta Api Trans Sulawesi meski anggaran infrastruktur saat ini terdampak efisiensi.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah melibatkan pihak swasta dalam pembiayaan lanjutan proyek.

Menurut Dhudy, proses pembebasan lahan masih menjadi kendala utama. Terdapat sekitar 83 hektare lahan dari Mandai menuju Makassar New Port yang masih harus dibebaskan.

Load More