- Harga material konstruksi naik signifikan dalam dua bulan terakhir, menekan pengembang properti dalam memenuhi target pembangunan tiga juta rumah.
- Ketidakmampuan menyesuaikan harga jual rumah subsidi menyebabkan pengembang menunda proyek baru guna menghindari kerugian finansial yang berkelanjutan.
- Kenaikan biaya produksi properti berpotensi menurunkan daya beli masyarakat dan menghambat akses hunian layak bagi kelompok berpenghasilan rendah.
SuaraSulsel.id - Kenaikan harga bahan bangunan mulai menekan sektor properti, terutama pembangunan rumah subsidi.
Lonjakan biaya produksi tidak hanya dirasakan pengembang, tetapi juga berpotensi menahan laju konsumsi masyarakat di sektor perumahan yang selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi domestik.
Tekanan tersebut kian terasa di tengah target ambisius pemerintah untuk membangun tiga juta rumah. Para pelaku usaha menilai tanpa intervensi kebijakan, target tersebut berisiko melambat bahkan sulit tercapai.
CEO Togika Group, Mustadjab Mudji mengatakan kenaikan harga material konstruksi terjadi cukup signifikan dalam waktu singkat.
Dalam satu hingga dua bulan terakhir, beberapa komponen utama seperti besi, baja ringan, dan bahan industri lainnya mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 15 persen.
Kondisi ini memaksa pengembang menghitung ulang kelayakan proyek, khususnya pada segmen rumah subsidi yang memiliki keterbatasan dalam penyesuaian harga jual.
"Berbeda dengan rumah komersial yang bisa mengikuti mekanisme pasar, harga rumah subsidi tidak bisa langsung disesuaikan meskipun biaya produksi naik," ujar Mustadjab, Rabu, 6 Mei 2026.
Menurutnya, harga rumah subsidi yang relatif stagnan dalam tiga tahun terakhir semakin mempersempit ruang gerak pengembang. Sementara itu, harga material terus mengalami kenaikan hampir setiap tahun.
Ia menilai, penyesuaian harga rumah subsidi sekitar 10 hingga 15 persen perlu dipertimbangkan agar proyek tetap berjalan.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Dukung Program Jembatan Gantung Presiden Prabowo untuk Akses Warga
Tanpa penyesuaian tersebut, pengembang cenderung menahan pembangunan proyek baru guna menghindari kerugian. Dampaknya, pasokan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah berpotensi terganggu.
"Kalau kondisi ini dibiarkan sektor rumah subsidi bisa stagnan. Pengembang pasti lebih berhati-hati memulai proyek baru," ujarnya.
Di sisi lain, kenaikan harga juga mulai merembet ke rumah komersial. Meski pengembang memiliki fleksibilitas dalam menentukan harga, peningkatan harga jual tetap berdampak pada daya beli masyarakat.
Kenaikan 5 hingga 10 persen saja dinilai cukup memberatkan, apalagi jika diikuti peningkatan uang muka.
Situasi ini secara tidak langsung berpengaruh terhadap pola konsumsi masyarakat. Ketika harga rumah meningkat, sebagian calon pembeli cenderung menunda keputusan, bahkan mengalihkan belanja ke kebutuhan lain yang lebih mendesak.
Sekretaris DPD REI Sulawesi Selatan, Khoiruman menyebut tekanan dari sisi biaya produksi semakin terasa dalam beberapa waktu terakhir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
Bukan Sekadar Kartu, BRIZZI ARKIV Bawa Cerita Karya Lokal ke Blok M Hub
-
6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital
-
Cekcok soal Parkir Rp10 Ribu, Ojol Ditikam Jukir di Samping Mal Ratu Indah
-
Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Pompa Ponton Atasi Kekeringan di Musim Tanam Sela
-
Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Gubernur Sulsel Bawa Pulang Insentif Miliaran Rupiah