- Pelaku pemerkosaan mahasiswi di Makassar ditangkap di Jawa Timur.
- Pelaku ternyata diduga hendak mengulangi aksi serupa di Surabaya.
- Pelaku mengaku kembali bikin lowongan pekerjaan palsu di Surabaya.
Saat itu, pelaku tiba-tiba masuk ke kamar korban dan langsung menodongkan pisau cutter ke leher korban dari arah belakang.
Pelaku kemudian mendorong korban ke atas kasur, mengikat kedua tangan dan kaki korban, melakban mata serta mulut korban sebelum menutupi tubuh korban menggunakan selimut.
Setelah korban tak berdaya, pelaku diduga memperkosa korban di dalam kamar kontrakan tersebut.
Keesokan paginya, pada 12 Mei 2026 sekitar pukul 06.30 Wita, pelaku meninggalkan lokasi sambil membawa telepon genggam dan sejumlah dokumen penting milik korban.
Kasus itu akhirnya terungkap setelah korban berhasil melarikan diri dari rumah kontrakan dalam kondisi tangan masih terikat.
Warga sekitar yang melihat korban langsung memberikan pertolongan sebelum kejadian dilaporkan ke pihak kepolisian.
Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil melacak keberadaan pelaku yang diketahui sedang dalam perjalanan menuju Surabaya menggunakan kapal laut.
"Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, terduga pelaku berada di perjalanan menuju Kota Surabaya via kapal laut. Anggota kemudian bergerak menuju Surabaya dan berhasil mengamankan pelaku saat kapal tiba di Pelabuhan Tanjung Perak," ungkap Supriadi.
Tak hanya terlibat kasus penyekapan dan kekerasan seksual, polisi juga mengungkap Fery merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Takalar.
Pelaku diketahui pernah mencuri sepeda motor dan menjual hasil curiannya seharga Rp3 juta.
Dalam pemeriksaan awal, Fery mengaku berasal dari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Polisi kini masih mendalami kemungkinan adanya korban lain dengan modus serupa, baik di Makassar maupun di wilayah lain.
Kasus ini memicu perhatian luas, termasuk dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang bahkan turun langsung memberikan dukungan moril kepada korban.
Zainal mengaku sengaja mendatangi korban di Makassar setelah mendengar kabar adanya mahasiswi asal Kalimantan Utara yang menjadi korban dugaan penyekapan dan kekerasan seksual.
"Ya, kita mengunjungi untuk memberikan dukungan moril dan pendampingan," ujar Zainal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
Terkini
-
Gubernur Kaltara Minta Mahasiswa di Perantauan Saling Jaga Usai Kasus Kekerasan Seksual di Makassar
-
Angkasa Pura Jelaskan Mengapa Penumpang Bawa Sabu Bisa Lolos di Bandara
-
Ingin Rasakan Tempat Tenang di Makassar? Coba Kunjungi 11 Perpustakaan Ini
-
Apa Itu Pendidikan Berbasis Kasih Sayang? Untuk Melahirkan Generasi Berkarakter
-
Rahasia di Balik Lezatnya Masakan Indonesia untuk Jamaah Haji