- Satbrimob Polda Sultra mengerahkan 35 personel untuk mengamankan 45 gereja saat ibadah Kenaikan Yesus Kristus di Kota Kendari.
- Personel melakukan sterilisasi serta patroli rutin di empat wilayah hukum Polresta Kendari guna mencegah potensi gangguan keamanan.
- Pelaksanaan pengamanan pada 14 Mei tersebut berjalan lancar tanpa ditemukannya benda mencurigakan sehingga ibadah berlangsung dengan aman.
SuaraSulsel.id - Sebanyak 35 personel Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) dikerahkan untuk melakukan pengamanan gereja pada pelaksanaan ibadah Kenaikan Yesus Kristus di Kota Kendari.
Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sultra Kompol Asri Dyni saat ditemui di Kendari, Kamis malam (14/5), menyampaikan 35 personel yang dikerahkan itu melakukan pengamanan dimulai dengan sterilisasi gereja guna mengecek potensi ancaman sebelum pelaksanaan ibadah Kenaikan Yesus Kristus.
"Pengaman kita kami ada 35 personel yang sterilisasi gereja tadi sebelum masyarakat beribadah," kata dia.
Ia mengatakan personel Brimob yang pengaman dibagi dalam empat komposit atau grup. Setiap komposit diisi delapan personel.
Para personel tersebut mengamankan gereja yang ada di empat wilayah hukum Polresta Kendari, seperti zona Baruga dan Ranoomeeto, zona Wua-wua, Kemayara Puuwatu, Zona Abeli, Poasia, serta wilayah Kendari dan Kendari Barat.
"Total pengaman untuk 45 gereja yang ada di wilayah hukum Polresta Kendari," jelas Asri Dyni.
Brimob Polda Sultra juga menyiagakan personel untuk menjaga masyarakat di gereja selama pelaksanaan ibadah Kenaikan Yesus Kristus.
Selain itu, ada pula personel tim Batalyon Pelopor yang berpatroli keamanan di setiap gereja.
Asri Dyini menjelaskan sterilisasi dan patroli pengamanan tersebut sebagai standar operasional prosedur (SOP) sebagai pelayanan Brimob Polri untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beribadah.
Baca Juga: Atasi Banjir Kendari, Pemkot Bakal Bangun Tanggul Permanen di Kali Wanggu
"Tentu tujuannya masyarakat yang beribadah di peringatan Kenaikan Yesus Kristus bisa tenang, aman tanpa gangguan," katanya.
Ia mengatakan selama operasi pengamanan itu, tidak ada ditemukan benda-benda mencurigakan di setiap gereja yang bisa mengganggu proses ibadah berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Hakim Perintahkan Jaksa Bebaskan Bahtiar Baharuddin: Penahanan Tidak Sah
-
Selvi Ananda Gibran Bersama 5.000 Ibu PKK Akan Serbu Kota Makassar
-
Dapat Tambahan Likuiditas dari Dana SAL, BRI Perkuat Dukungan bagi UMKM dan Dunia Usaha
-
Unhas Cetak Wirausaha Baru, Ikan Pindang Diolah Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi
-
Petani Jagung Bulukumba Mulai Dikenalkan Teknologi Smart Corn Planting