Muhammad Yunus
Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:39 WIB
Personel Brimob saat melaksanakan sterilisasi di geraja Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (14/5/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-Polda Sultra]
Baca 10 detik
  • Satbrimob Polda Sultra mengerahkan 35 personel untuk mengamankan 45 gereja saat ibadah Kenaikan Yesus Kristus di Kota Kendari.
  • Personel melakukan sterilisasi serta patroli rutin di empat wilayah hukum Polresta Kendari guna mencegah potensi gangguan keamanan.
  • Pelaksanaan pengamanan pada 14 Mei tersebut berjalan lancar tanpa ditemukannya benda mencurigakan sehingga ibadah berlangsung dengan aman.

SuaraSulsel.id - Sebanyak 35 personel Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) dikerahkan untuk melakukan pengamanan gereja pada pelaksanaan ibadah Kenaikan Yesus Kristus di Kota Kendari.

Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sultra Kompol Asri Dyni saat ditemui di Kendari, Kamis malam (14/5), menyampaikan 35 personel yang dikerahkan itu melakukan pengamanan dimulai dengan sterilisasi gereja guna mengecek potensi ancaman sebelum pelaksanaan ibadah Kenaikan Yesus Kristus.

"Pengaman kita kami ada 35 personel yang sterilisasi gereja tadi sebelum masyarakat beribadah," kata dia.

Ia mengatakan personel Brimob yang pengaman dibagi dalam empat komposit atau grup. Setiap komposit diisi delapan personel.

Para personel tersebut mengamankan gereja yang ada di empat wilayah hukum Polresta Kendari, seperti zona Baruga dan Ranoomeeto, zona Wua-wua, Kemayara Puuwatu, Zona Abeli, Poasia, serta wilayah Kendari dan Kendari Barat.

"Total pengaman untuk 45 gereja yang ada di wilayah hukum Polresta Kendari," jelas Asri Dyni.

Brimob Polda Sultra juga menyiagakan personel untuk menjaga masyarakat di gereja selama pelaksanaan ibadah Kenaikan Yesus Kristus.

Selain itu, ada pula personel tim Batalyon Pelopor yang berpatroli keamanan di setiap gereja.

Asri Dyini menjelaskan sterilisasi dan patroli pengamanan tersebut sebagai standar operasional prosedur (SOP) sebagai pelayanan Brimob Polri untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beribadah.

Baca Juga: Atasi Banjir Kendari, Pemkot Bakal Bangun Tanggul Permanen di Kali Wanggu

"Tentu tujuannya masyarakat yang beribadah di peringatan Kenaikan Yesus Kristus bisa tenang, aman tanpa gangguan," katanya.

Ia mengatakan selama operasi pengamanan itu, tidak ada ditemukan benda-benda mencurigakan di setiap gereja yang bisa mengganggu proses ibadah berlangsung.

Load More