Muhammad Yunus
Senin, 28 September 2026 | 16:14 WIB
Ilustrasi: Menu MBG dari SPPG Wirobrajan yang dibagikan ke SMAN 1 Yogyakarta, Kamis (16/10/2025). [Kontributor/Putu]
Baca 10 detik
  • Satgas MBG Kota Sorong menyatakan sampel buah naga potong positif mengandung bakteri Bacillus cereus melebihi ambang batas.
  • Kontaminasi tersebut memicu dugaan keracunan yang dialami siswa dan guru SMP Muhammadiyah Al-Amin pada September 2026.
  • Satgas memberikan rekomendasi perbaikan operasional dan memperketat pengawasan dapur kepada pengelola SPPG guna pencegahan ulang.

SuaraSulsel.id - Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kota Sorong, Papua Barat Daya menyebutkan sampel buah naga potong yang diperiksa di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar positif mengandung bakteri Bacillus cereus.

Ketua Satgas MBG Kota Sorong Ruddy Laku di Sorong, mengatakan pemeriksaan tersebut tindak lanjut kasus dugaan keracunan pangan yang dialami sejumlah siswa dan guru SMP Muhammadiyah Al-Amin setelah mengonsumsi menu MBG pada 16 September 2026.

"Buah naga potong ditemukan bakteri Bacillus cereus sebesar 2,5 x 10² CFU per gram," katanya, Senin 28 September 2026.

Ia menjelaskan pemeriksaan laboratorium dilakukan terhadap sampel makanan yang diambil dari bank sampel Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada 17 September 2026 dan diuji di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar, Sulsel pada 18 September 2026.

Sampel makanan yang diperiksa meliputi nasi putih, ayam woku, tempe goreng tepung, tumis sawi dan tauge, buah naga potong, serta air untuk mengolah pangan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel makanan dinyatakan memenuhi syarat, kecuali buah naga potong yang mengandung Bacillus cereus sebesar 2,5 x 10² CFU per gram.

"Kandungan tersebut berada di atas ambang batas yang dipersyaratkan, yakni di bawah 10² koloni per gram," ujarnya.

Dia mengatakan sisa makanan yang dikonsumsi korban serta spesimen muntahan atau feses korban tidak tersedia sehingga tidak dapat dilakukan pemeriksaan terhadap sampel tersebut.

"Yang diuji adalah sampel yang diambil dari bank sampel SPPG," katanya.

Baca Juga: 57 Pelajar Keracunan MBG di Kendari, Kepala SPPG Minta Maaf

Ia mengatakan sebagai tindak lanjut kejadian tersebut, Satgas MBG telah memberikan rekomendasi perbaikan kepada pengelola SPPG, termasuk pengendalian waktu mulai memasak hingga makanan dikonsumsi, pengawasan suhu penyimpanan bahan baku dan makanan matang, serta pengendalian batas waktu penyimpanan.

Selain itu, SPPG direkomendasikan memasang kamera pengawas (CCTV) di seluruh ruangan dapur, melakukan pemeriksaan kesehatan penjamah pangan secara berkala serta meningkatkan pengawasan terhadap pengemasan dan penanganan buah potong.

"Perlu ada petugas untuk mengontrol dan memastikan tempat penyimpanan makanan setelah tiba di sekolah serta waktu pemberian makanan kepada siswa," katanya.

Dia menegaskan seluruh pengelola SPPG harus mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dalam penyiapan makanan bergizi untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Satgas MBG Kota Sorong juga akan melakukan pemantauan lapangan untuk memastikan rekomendasi perbaikan telah dilaksanakan setelah masa penghentian sementara operasional SPPG berakhir.

Kasus dugaan keracunan pangan di SMP Muhammadiyah Al-Amin dilaporkan pada 17 September 2026 setelah menu MBG dikonsumsi sehari sebelumnya. Sebanyak delapan guru mengalami keluhan sakit perut dan diare, sedangkan 14 siswa mendapat perawatan di Rumah Sakit Sele Be Solu.

Load More