- Warga Dusun Paleleng, Pinrang terpaksa menandu seorang pasien wanita sejauh dua kilometer menuju rumah sakit pada 10 Mei 2026.
- Aksi gotong royong tersebut dilakukan karena akses jalan utama rusak berat, berlumpur, dan tertutup longsor bagi kendaraan.
- Masyarakat menuntut janji perbaikan infrastruktur dari pemerintah daerah agar akses layanan kesehatan menjadi lebih mudah dan aman kedepannya.
Salah satu warga, Parman mengaku Pemerintah Kabupaten Pinrang sebelumnya sempat berjanji mau memperbaiki akses tersebut. Hingga kini perbaikannya belum juga terealisasi.
Pemerintah daerah sudah sempat melakukan pengukuran jalan yang akan diperbaiki. Namun jalur yang direncanakan justru bukan akses utama yang paling sering digunakan masyarakat.
"Memang dijanjikan akan dikerjakan itu jalan setelah sebelumnya peristiwa seperti ini sering terjadi. Kemarin ada dari Pemkab mengukur tapi jalan yang diukur atau mau diperbaiki bukan yang sering dilalui masyarakat," ungkapnya.
Parman mengatakan jalur yang sering dipakai warga adalah poros Paleleng-Jalikko karena jaraknya lebih dekat menuju rumah sakit dibanding jalur Paleleng-Cemba.
"Yang sering dilewati masyarakat itu poros Paleleng-Jalikko. Kalau ke Jalikko jaraknya sekitar dua kilometer, sedangkan ke Cemba bisa delapan sampai sembilan kilometer," jelasnya.
Ia berharap pemerintah daerah lebih serius memperhatikan akses jalan di wilayah pegunungan karena sangat dibutuhkan masyarakat, terutama saat kondisi darurat kesehatan.
Sebelumnya, kasus serupa juga pernah terjadi pada Maret 2025 lalu.
Seorang perempuan bernama Karmila (20) asal Desa Kaseralau juga harus ditandu warga sejauh kurang lebih dua kilometer menuju RSUD Massenrempulu Enrekang akibat mengalami pembengkakan di leher.
Saat itu, Pemerintah Kabupaten Pinrang berjanji akan segera memperbaiki jalan rusak di wilayah tersebut. Namun hingga kini, warga kembali harus menandu pasien karena akses jalan belum juga membaik.
Baca Juga: Aksi Viral Angkut Motor Listrik Sambil Boncengan, Polisi Makassar Buru Pengendara 'Sakti' Ini
"Kurang sekali perhatian pemerintah, seolah tidak ada tanggung jawabnya dengan masyarakat pegunungan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Batulappa, Amrullah mengatakan pihaknya telah membantu proses rujukan pasien tersebut ke rumah sakit. Ia menyebut pasien mengalami keluhan kista di bagian rahim.
Amrullah menjelaskan pihak puskesmas juga telah menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan di Desa Kaseralau, termasuk puskesmas pembantu (Pustu) dan tenaga kesehatan lokal.
"Di sana ada pustu, sempat rusak dan kita perbaiki. Kemudian ada bidan kita tempatkan di sana warga lokal," ujarnya.
Ia menambahkan pemerintah daerah juga berencana melakukan pembangunan jalan di wilayah tersebut tahun ini agar akses masyarakat menuju layanan kesehatan lebih mudah.
"Tahun ini kalau tidak salah akan dibangun jalan di situ. Pak Bupati juga sudah bertemu dengan Bupati Enrekang membahas perbaikan jalan karena ini perbatasan dua daerah," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Gara-gara Asap, 1.070 Penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin Gagal Terbang
-
Uang Melayang Setengah Miliar Lebih, Janji Lulus Kedokteran Unhas Ternyata Cuma Tipu-tipu
-
Mantan Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa Resmi Masuk Penjara 3 Tahun
-
Penimbunan BBM di Bulukumba Diduga Libatkan Anggota Polri
-
Bahtiar Baharuddin Bantah Cawe-cawe Proyek Bibit Nanas Rp52,4 Miliar