- Lansia berinisial NS ditemukan tewas di rumahnya yang terbakar di Majene, Sulawesi Barat, pada 5 Mei 2026.
- Polisi menetapkan MTH sebagai tersangka pembunuhan setelah terbukti melakukan penganiayaan karena sakit hati terkait masalah utang piutang.
- Tersangka membakar kamar korban untuk menghilangkan jejak dan kini terancam hukuman penjara maksimal selama 15 tahun lamanya.
SuaraSulsel.id - Seorang lansia berinisial NS (65) ditemukan tewas dalam kondisi rumah terbakar di Lingkungan Baruga, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
Setelah diselidiki, kasus tersebut bukan murni kebakaran, melainkan korban ternyata dibunuh.
Pelaku diketahui seorang perempuan berinisial MTH (39) yang disebut pernah maju sebagai calon legislatif dari Partai Golkar pada Pemilu 2024.
Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Fredy mengatakan awalnya kasus tersebut dilaporkan sebagai peristiwa kebakaran rumah pada Selasa, 5 Mei 2026 sore.
Namun, hasil penyelidikan polisi menemukan adanya dugaan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
"Awalnya kejadian ini dilaporkan sebagai musibah kebakaran. Namun, tim penyidik menaruh kecurigaan karena api hanya menghanguskan area kamar dan tidak merembet ke bagian rumah lainnya," ujar Fredy dalam keterangannya kepada media, Senin, 11 Mei 2026.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi hingga akhirnya mengarah kepada tersangka MTH, warga Kelurahan Labuang Utara, Kecamatan Banggae Timur.
Dari hasil pemeriksaan, MTH mengakui perbuatannya. Motif pembunuhan dipicu persoalan pinjaman uang.
Fredy menjelaskan kasus bermula sekitar lima hari sebelum kejadian. Tersangka sempat mendatangi rumah korban untuk meminjam uang sebesar Rp10 juta hingga Rp15 juta.
Baca Juga: Kasus Pembunuhan Nus Kei Masuk Babak Baru, Polisi Resmi Kirim SPDP ke Kejaksaan
Tersangka diketahui nekat meminjam uang karena tahu bahwa korban dikenal dermawan dan sering membantu warga sekitar. Namun rupanya permintaan itu ditolak korban.
Pada Selasa pagi sekitar pukul 09.00 Wita, tersangka kembali mendatangi rumah korban untuk meminta agar rencana pinjaman uang tersebut tidak diceritakan kepada orang lain.
Kata Fredy, tersangka merasa tersinggung karena mendengar korban menceritakan niatnya meminjam uang kepada pihak lain.
"Dia tersinggung karena korban pergi cerita katanya tersangka ini mau pinjam uang," jelasnya.
Setelah sempat berbincang selama kurang lebih satu jam, tersangka pulang dari rumah korban.
Namun sekitar pukul 14.00 Wita, tersangka kembali mendatangi rumah korban dengan alasan jam tangannya tertinggal di kamar mandi.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Tergiur Cepat Kaya? Hati-hati, OJK Ingatkan Mahasiswa Jangan Tertipu Investasi Palsu
-
MYP Paket 1 Fokus Penataan Pedestrian, Drainase, dan Bahu Jalan
-
Dukung MotoGP 2026, BRI Dorong Sport Tourism Indonesia Semakin Mendunia
-
Mutasi Besar-Besaran! Ini Daftar Lengkap 4 Kapolda Baru di Sulawesi
-
Kapolri Suyudi Ganti Kapolda Sulawesi Selatan