- Oknum polisi berinisial SL mendatangi rumah Wali Kota Palopo sambil membawa parang pada 24 April 2026 malam.
- Polres Palopo sedang memproses kasus ini melalui jalur pidana oleh Reserse serta pemeriksaan etik oleh pihak Propam.
- Tindakan tersebut diduga mengandung unsur intimidasi dan pengancaman karena pelaku meneror penghuni rumah dengan senjata tajam.
Korban dalam peristiwa tersebut diketahui bernama Indra Ilham, sopir rumah tangga di kediaman pribadi wali kota.
Menurut Sahrul, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum agar korban mendapatkan keadilan.
"Kami mempercayakan penuh proses ini kepada penyidik. Fokus kami adalah memastikan korban mendapatkan keadilan atas tindakan intimidasi yang dialaminya," katanya.
Sahrul menilai unsur dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam telah terpenuhi dalam pemeriksaan awal. Hal itu, kata dia, didasarkan pada keterangan saksi dan bukti rekaman CCTV yang telah diamankan penyidik.
"Secara hukum unsur pengancaman dengan senjata tajam sudah terpenuhi dalam pemeriksaan tadi," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa penyidik Satreskrim bersama Propam Polres Palopo telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk korban, serta mencocokkan kronologi kejadian dengan rekaman CCTV.
Dari hasil pemeriksaan sementara kasus ini berkaitan dengan dinamika politik lokal di Kota Palopo. Sahrul mengungkapkan, isu itu berkembang di tengah masyarakat maupun media sosial.
Menurut dia, SL merupakan saudara kandung dari dua mantan anggota DPRD Kota Palopo. Salah satu di antaranya diketahui sempat mengikuti seleksi direksi Perusahaan Umum Daerah Tirta Mangkaluku (PAM-TM), namun tidak lolos.
"Kasus ini jadi perhatian masyarakat karena latar belakang keluarga pelaku yang memang memiliki hubungan dengan dinamika politik di Palopo," kata Sahrul.
Baca Juga: Gagal Jadi Direksi PAM-TM? Ini Motif Oknum Polisi Mengamuk di Rumah Wali Kota Palopo
Ia mengakui isu keterkaitan antara kegagalan seleksi direksi PAM-TM dengan aksi pelaku berkembang luas di media sosial. Namun, pihaknya enggan berspekulasi lebih jauh mengenai dugaan motif tersebut.
"Isu keterkaitan kegagalan seleksi direksi PAM-TM dengan aksi pelaku memang berkembang di media sosial," ujarnya.
Meski begitu, Pemerintah Kota Palopo memilih menyerahkan sepenuhnya pendalaman motif kepada aparat penegak hukum.
Fokus utama, kata dia, adalah penanganan kasus dugaan pengancaman yang dialami korban.
Kasus ini menjadi sorotan publik bukan hanya karena aksi membawa senjata tajam ke rumah kepala daerah, tetapi juga karena pelakunya merupakan anggota aktif kepolisian.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jangan Andalkan APBD! Ini Strategi Media Lokal Hadapi Badai Efisiensi
-
Terus Dipacu! Begini 20 Persen Penampakan Stadion Sudiang Makassar
-
Kisah Sukses UMKM Jadah Tempe di Desa Brilian Binaan BRI Peduli
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Waspada! 4.144 Lembar Uang Palsu Ditemukan di Sulsel, Ini Cara Mengenalinya