Muhammad Yunus
Kamis, 30 April 2026 | 17:33 WIB
Ilustrasi Polisi (Pixabay/Geralt)
Baca 10 detik
  • Oknum polisi berinisial SL menerobos rumah pribadi Wali Kota Palopo dengan membawa parang pada 24 April 2026.
  • Aksi tersebut diduga terkait kekecewaan keluarga pelaku atas kegagalan seleksi direksi PAM-TM di Kota Palopo.
  • Pemerintah Kota Palopo menyerahkan proses penyelidikan motif dan rangkaian kejadian tersebut sepenuhnya kepada aparat kepolisian setempat.

SuaraSulsel.id - Aksi seorang oknum polisi berinisial SL yang menerobos rumah pribadi Wali Kota Palopo sambil membawa parang memicu spekulasi publik.

Peristiwa ini disebut-sebut berkaitan dengan dinamika politik lokal.

Kuasa hukum Pemkot Palopo, Sahrul, mengungkap adanya isu yang berkembang di masyarakat terkait keterkaitan aksi tersebut dengan proses seleksi direksi Perusahaan Umum Daerah Tirta Mangkaluku (PAM-TM).

“Isu keterkaitan kegagalan seleksi direksi PAM-TM dengan aksi pelaku memang berkembang di media sosial,” ujarnya.

SL diketahui memiliki hubungan keluarga dengan dua mantan anggota DPRD Palopo.

Salah satu di antaranya disebut baru saja mengikuti seleksi direksi PAM-TM namun tidak lolos.

Meski demikian, Sahrul menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi lebih jauh terkait motif tersebut.

Pemerintah Kota Palopo memilih menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

Peristiwa yang terjadi pada 24 April 2026 itu kini masih dalam proses penyelidikan. Aparat kepolisian tengah mendalami motif serta rangkaian kejadian secara menyeluruh.

Baca Juga: Oknum Polisi yang Terobos Rumah Wali Kota Palopo Diperiksa Propam

Kasus ini menjadi sorotan karena tidak hanya menyangkut aspek keamanan, tetapi juga menyeret isu sensitif terkait dinamika politik di daerah.

Load More