Muhammad Yunus
Rabu, 06 Mei 2026 | 11:47 WIB
Seorang IRT di kabupaten Pinrang terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah disiram air keras oleh suami [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Nani (41) menjadi korban penyiraman cairan kimia oleh suaminya di Desa Leppangang, Pinrang, pada 4 Mei 2026.
  • Akibat tindakan tersebut, korban mengalami luka bakar serius pada wajah dan tangan hingga harus dirawat intensif.
  • Pelaku berinisial S telah ditangkap polisi pada hari yang sama setelah melakukan aksinya karena konflik rumah tangga.

SuaraSulsel.id - Seorang warga kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan bernama Nani (41) menjadi korban penyiraman cairan kimia berbahaya yang dilakukan suaminya sendiri.

Peristiwa itu terjadi di Desa Leppangang, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Senin, 4 Mei 2026.

Pelaku diketahui adalah suaminya berinisial S alias Bang Tigor (53).

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka bakar serius dan kini menjalani perawatan intensif di RSU Sitti Khadijah.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pinrang, AKP Ananda mengatakan aksi tersebut diduga dilatarbelakangi konflik rumah tangga yang telah lama terjadi.

Meski masih berstatus suami istri, hubungan keduanya disebut telah renggang dan pisah ranjang sejak beberapa waktu terakhir.

"Pelaku merasa kesal karena korban menghindar untuk bertemu. Selain itu, keluarga korban juga kerap menghalangi pelaku untuk bertemu dengan korban," ujar Ananda, Selasa, 5 Mei 2026.

Ananda menjelaskan peristiwa itu terjadi saat korban tengah berada di sekitar lokasi jualannya.

Berdasarkan keterangan polisi, pelaku datang menggunakan sepeda motor dengan helm tertutup untuk menyamarkan identitas.

Baca Juga: Anak Kuli Bangunan di Pinrang Tembus Hall of Fame NASA, Kini Diakui Dunia

Ia sempat singgah di warung dekat lokasi untuk membeli kopi sebelum mendatangi tempat korban berjualan.

Korban mengaku tidak menaruh curiga saat pelaku datang. Apalagi, pelaku sempat berpura-pura sebagai pembeli gorengan di lapaknya.

Namun, situasi berubah dalam hitungan detik ketika pelaku langsung menyiramkan cairan berbahaya ke arah tubuh korban.

Cairan tersebut bereaksi cepat saat mengenai tubuh korban. Selain merusak pakaian yang dikenakan hingga robek, cairan itu juga menyebabkan luka bakar serius di bagian wajah dan tangan korban.

Nani mengaku merasakan sensasi panas yang luar biasa hingga kulitnya melepuh.

Jeritan korban langsung mengundang perhatian warga sekitar.

Sejumlah keluarga yang berada tidak jauh dari lokasi sempat berusaha mengejar pelaku yang melarikan diri usai melakukan aksinya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Korban kemudian segera dilarikan ke rumah keluarga untuk mendapatkan pertolongan awal sebelum akhirnya dirujuk ke RSU Sitti Khadijah.

Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif di ruang Unit Gawat Darurat (UGD).

Sementara itu, polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan.

Dalam waktu singkat, aparat berhasil melacak keberadaan pelaku dan menangkapnya di lokasi persembunyian di Kelurahan Pacongan, Kecamatan Paleteang, pada hari yang sama.

"Pelaku berhasil diamankan pada hari yang sama setelah kejadian," kata Ananda.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya. Ia juga mengungkapkan bahwa cairan kimia yang digunakan dalam aksi tersebut diperoleh dengan cara membeli secara daring.

"Cairan yang digunakan pelaku didapatkan dengan membeli secara online," ujarnya.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.

Barang bukti itu di antaranya sepeda motor yang digunakan pelaku, helm, botol minuman, serta wadah yang digunakan untuk menyimpan cairan kimia.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Polres Pinrang dan diserahkan ke penyidik untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polisi masih mendalami kasus tersebut termasuk kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam aksi penyiraman tersebut.

Kasus ini menambah daftar kekerasan dalam rumah tangga yang berujung pada tindakan kriminal serius.

Konflik yang tidak terselesaikan di dalam hubungan personal kerap menjadi pemicu tindakan kekerasan, dengan dampak yang tidak hanya melukai secara fisik, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi korban.

Di sisi lain, kondisi korban masih terus dipantau oleh tim medis. Luka bakar yang dialaminya membutuhkan penanganan intensif, terutama pada bagian wajah dan tangan yang terdampak langsung oleh cairan kimia tersebut.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More