- Nani (41) menjadi korban penyiraman cairan kimia oleh suaminya di Desa Leppangang, Pinrang, pada 4 Mei 2026.
- Akibat tindakan tersebut, korban mengalami luka bakar serius pada wajah dan tangan hingga harus dirawat intensif.
- Pelaku berinisial S telah ditangkap polisi pada hari yang sama setelah melakukan aksinya karena konflik rumah tangga.
Sejumlah keluarga yang berada tidak jauh dari lokasi sempat berusaha mengejar pelaku yang melarikan diri usai melakukan aksinya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Korban kemudian segera dilarikan ke rumah keluarga untuk mendapatkan pertolongan awal sebelum akhirnya dirujuk ke RSU Sitti Khadijah.
Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif di ruang Unit Gawat Darurat (UGD).
Sementara itu, polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Dalam waktu singkat, aparat berhasil melacak keberadaan pelaku dan menangkapnya di lokasi persembunyian di Kelurahan Pacongan, Kecamatan Paleteang, pada hari yang sama.
"Pelaku berhasil diamankan pada hari yang sama setelah kejadian," kata Ananda.
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya. Ia juga mengungkapkan bahwa cairan kimia yang digunakan dalam aksi tersebut diperoleh dengan cara membeli secara daring.
"Cairan yang digunakan pelaku didapatkan dengan membeli secara online," ujarnya.
Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
Baca Juga: Anak Kuli Bangunan di Pinrang Tembus Hall of Fame NASA, Kini Diakui Dunia
Barang bukti itu di antaranya sepeda motor yang digunakan pelaku, helm, botol minuman, serta wadah yang digunakan untuk menyimpan cairan kimia.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Polres Pinrang dan diserahkan ke penyidik untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Polisi masih mendalami kasus tersebut termasuk kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam aksi penyiraman tersebut.
Kasus ini menambah daftar kekerasan dalam rumah tangga yang berujung pada tindakan kriminal serius.
Konflik yang tidak terselesaikan di dalam hubungan personal kerap menjadi pemicu tindakan kekerasan, dengan dampak yang tidak hanya melukai secara fisik, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi korban.
Di sisi lain, kondisi korban masih terus dipantau oleh tim medis. Luka bakar yang dialaminya membutuhkan penanganan intensif, terutama pada bagian wajah dan tangan yang terdampak langsung oleh cairan kimia tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gubernur Sulsel Groundbreaking Pembangunan Rumah Layak Huni di Takalar
-
285 Jiwa di Parigi Moutong Terdampak Gempa
-
Pemprov Sultra Bakal Lelang Kendaraan Dinas, Ini Jadwal dan Cara Ikut
-
Berjuang Hingga Dini Hari, Ojol di Makassar Ungkap Pahitnya Data Pertumbuhan Ekonomi
-
Pria Tega Perintahkan Istri Buang Bayi Masih Diburu Polisi