Muhammad Yunus
Selasa, 05 Mei 2026 | 16:05 WIB
“Goes to Campus” yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional, perguruan tinggi didorong menjadi pusat kajian, inovasi, dan implementasi berbasis sains untuk menyempurnakan program MBG, Selasa (5/5) [SuaraSulsel.id/Unhas]
Baca 10 detik
  • Badan Gizi Nasional menggelar sosialisasi program Makan Bergizi Gratis di Universitas Hasanuddin, Makassar, pada 5 Mei 2026.
  • Perguruan tinggi dilibatkan sebagai pusat riset, inovasi, dan laboratorium untuk mendukung efektivitas implementasi kebijakan gizi nasional tersebut.
  • Universitas Hasanuddin membentuk kelompok studi interdisiplin guna menyempurnakan program melalui pendekatan ilmiah serta penguatan ekosistem produksi pangan.

Dalam konteks ini, perguruan tinggi menjadi simpul penting dalam penguatan sumber daya manusia dan pengembangan kajian ilmiah.

Sebagai bentuk komitmen, Unhas mendorong pembentukan kelompok studi interdisiplin untuk memperkuat landasan akademik program MBG. Langkah ini sekaligus membuka ruang bagi pengembangan ide-ide konstruktif dalam menyempurnakan kebijakan yang merupakan mandat strategis nasional.

Sementara itu, Nanik S. Deyang, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, menyoroti peran universitas sebagai laboratorium hidup bagi implementasi MBG.

“Program ini luar biasa, karena melibatkan seluruh fakultas. Ini bukan hanya intervensi gizi, tetapi sebuah ekosistem program pembangunan yang komprehensif,” ungkapnya.

Dengan sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi, MBG diharapkan tidak hanya menjadi program bantuan, tetapi juga motor transformasi berbasis riset dan inovasi.

Kampus tidak lagi sekadar ruang belajar, melainkan pusat produksi solusi nyata bagi tantangan gizi nasional.

Melalui pendekatan ilmiah yang terintegrasi, MBG membuka peluang besar bagi Indonesia untuk membangun generasi yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.

Load More