- BPS mencatat nilai ekspor Sulawesi Selatan periode Januari-Maret 2026 mengalami penurunan sebesar 13,26 persen akibat melemahnya permintaan komoditas.
- Penurunan ekspor nikel, besi, dan baja secara signifikan berdampak pada rendahnya performa perdagangan di wilayah Sulawesi Selatan tersebut.
- Pemerintah daerah mendorong diversifikasi pasar ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada negara tujuan tertentu di tengah fluktuasi global.
SuaraSulsel.id - Kinerja ekspor Sulawesi Selatan pada awal 2026 menunjukkan tekanan yang cukup signifikan terutama pada komoditas unggulan nikel.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat nilai ekspor mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini dipicu melemahnya permintaan dan turunnya kinerja sejumlah komoditas utama.
Kepala BPS Sulsel, Aryanto menjelaskan pada periode Januari-Maret 2026, nikel masih menjadi komoditas dengan kontribusi ekspor terbesar.
Pada Maret 2026 saja, nilai ekspor nikel mencapai US$73,59 juta atau setara 64,61 persen dari total ekspor Sulawesi Selatan.
Di bawah nikel, komoditas lain yang turut menopang ekspor antara lain biji-bijian berminyak sebesar US$9,20 juta (8,08 persen), garam, belerang, dan kapur sebesar US$6,79 juta (5,96 persen), besi dan baja sebesar US$5,84 juta (5,13 persen), serta ikan dan udang sebesar US$5,49 juta (4,82 persen).
Namun, jika dibandingkan dengan Februari 2026, terjadi penurunan signifikan pada ekspor nikel, yakni sebesar 28,84 persen.
Penurunan juga terjadi pada komoditas besi dan baja yang turun 15,65 persen.
"Sebaliknya, beberapa komoditas lain justru mengalami peningkatan, seperti biji-bijian berminyak yang naik 38,93 persen, garam dan belerang naik 41,52 persen, serta ikan dan udang melonjak hingga 55,68 persen," kata Aryanto, Selasa, 5 Mei 2026.
Secara kumulatif, kinerja ekspor Sulawesi Selatan pada Januari-Maret 2026 juga menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai ekspor tercatat turun sebesar US$49,49 juta atau 13,26 persen.
Baca Juga: Harga Nikel Tertekan, PT Vale Klaim Operasional Tetap Stabil
Penurunan ini terutama disebabkan oleh anjloknya ekspor besi dan baja yang turun hingga US$64,85 juta atau 76,15 persen, serta penurunan ekspor nikel sebesar US$8,88 juta atau 4,35 persen.
Kondisi ini memperlihatkan tingginya ketergantungan ekspor Sulsel terhadap komoditas berbasis sumber daya alam yang rentan terhadap fluktuasi pasar global.
Dari sisi negara tujuan, Jepang masih menjadi primadona utama ekspor Sulawesi Selatan pada Maret 2026 dengan nilai mencapai US$76,73 juta atau 67,36 persen dari total ekspor.
Diikuti oleh Tiongkok sebesar US$24,43 juta (21,45 persen), Taiwan sebesar US$4,14 juta (3,64 persen), Amerika Serikat sebesar US$2,25 juta (1,98 persen), dan Bangladesh sebesar US$1,84 juta (1,62 persen).
Namun, jika dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor ke Jepang dan Tiongkok sama-sama mengalami penurunan. Masing-masing sebesar 26,96 persen dan 10,83 persen.
Sementara itu, ekspor ke Taiwan dan Amerika Serikat justru meningkat tajam. Masing-masing sebesar 90,34 persen dan 93,05 persen, meski kontribusinya masih relatif kecil terhadap total ekspor.
Dari sisi pelabuhan, ekspor terbesar Sulawesi Selatan pada Maret 2026 dilakukan melalui Pelabuhan Malili dengan nilai US$73,59 juta atau 64,61 persen dari total ekspor. Disusul Pelabuhan Makassar sebesar US$33,06 juta atau 29,03 persen.
Jika dibandingkan Februari 2026, ekspor melalui Pelabuhan Malili turun signifikan sebesar 28,84 persen, sejalan dengan penurunan ekspor nikel.
Sementara ekspor melalui Pelabuhan Makassar juga mengalami penurunan, meski relatif kecil, yakni 1,42 persen.
Di sisi lain, kinerja impor Sulawesi Selatan justru menunjukkan tren peningkatan. Pada Maret 2026, nilai impor mencapai US$63,96 juta atau naik 2,93 persen dibandingkan Maret 2025 yang sebesar US$62,14 juta.
Komoditas utama impor didominasi oleh gandum, gula dan kembang gula, pakan ternak, mesin dan peralatan mekanik, serta mesin dan peralatan listrik.
Lima kelompok komoditas ini masing-masing menyumbang 34,72 persen, 21,54 persen, 17,95 persen, 9,98 persen, dan 3,13 persen dari total impor.
Negara asal impor terbesar berasal dari Australia, Tiongkok, Thailand, Brasil, dan Argentina dengan kontribusi masing-masing 26,85 persen, 23,14 persen, 22,82 persen, 15,41 persen, dan 7,89 persen.
Sebagian besar barang impor tersebut masuk melalui Pelabuhan Makassar yang mencatat nilai bongkar sebesar US$58,18 juta atau 90,96 persen dari total impor pada Maret 2026.
Secara kumulatif, nilai impor Sulawesi Selatan pada Januari–Maret 2026 mencapai US$256,72 juta, meningkat 43,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman menilai kondisi ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan diversifikasi pasar ekspor.
Menurutnya, selama ini ekspor Sulsel masih didominasi oleh negara-negara tertentu seperti Jepang, Tiongkok, dan Taiwan.
Padahal, peluang pasar di kawasan lain seperti Amerika dan Eropa masih terbuka lebar namun belum dimanfaatkan secara optimal.
"Pasar harus diperluas, tidak bisa hanya bergantung pada negara tertentu. Produk juga perlu dikembangkan agar bisa bersaing di pasar global," ujarnya.
Ia menambahkan dinamika ekonomi global saat ini menjadi tantangan serius yang harus diantisipasi secara tepat.
Kata Jufri, struktur ekonomi Sulawesi Selatan yang masih bertumpu pada sektor industri pengolahan, pertanian, dan pertambangan membuatnya rentan terhadap perubahan permintaan pasar internasional.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Diperiksa Kasus Dugaan Kekerasan Anak, Oknum TNI AD di Kendari Kabur Saat Diinterogasi
-
Dukung Makan Bergizi Gratis, Unhas Siap Jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur
-
Makassar Bakal Kehabisan Tempat Pemakaman di 2028, Apa Langkah Pemkot?
-
Teror Kejahatan di Kota Makassar Kian Marak, Apa Pemicunya?
-
Unhas Kampus Pertama Kelola MBG, Rektor: Ini Laboratorium Nyata Bagi Kami