- TP PKK dan Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan menyelenggarakan program SEHATI bagi siswa SMA di Makassar untuk memperkuat ketahanan keluarga.
- Kegiatan ini memberikan edukasi mengenai pencegahan kekerasan, narkoba, perkawinan anak, dan perdagangan orang melalui metode pembelajaran hybrid yang interaktif.
- Program bertujuan meningkatkan deteksi dini perilaku berisiko pada remaja dengan melibatkan sinergi antara pihak orang tua, sekolah, dan pemerintah.
SuaraSulsel.id - Program SEHATI (Sejahtera, Harmonis, Aman, Tentram, dan Penuh Kasih) yang diinisiasi TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan digelar di SMA Negeri 17 Makassar, dengan melibatkan sekitar 100 siswa perwakilan dari berbagai SMA/sederajat.
Program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga dan perlindungan anak di tengah meningkatnya kompleksitas tantangan sosial yang dihadapi remaja.
Kegiatan diawali dengan talkshow edukatif yang membahas sejumlah isu krusial, mulai dari keberanian untuk speak up terhadap kekerasan, pencegahan perkawinan anak beserta dampaknya terhadap kesehatan reproduksi, pencegahan dan penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), hingga bahaya penyalahgunaan narkoba.
Peserta juga mendapatkan penguatan nilai melalui kajian keagamaan bertema keutuhan keluarga serta pentingnya menghindari perilaku berisiko sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.
Kegiatan ini mengusung konsep fun learning yang interaktif, dilengkapi sesi parenting yang melibatkan orang tua, tenaga pendidik, guru Bimbingan Konseling (BK), serta anggota Pokja I TP PKK.
Program SEHATI bertujuan meningkatkan kesadaran bersama dalam mendeteksi secara dini perilaku berisiko pada anak, seperti pergaulan negatif, penyalahgunaan teknologi, hingga potensi gangguan kesehatan mental.
Seiring meningkatnya kompleksitas paparan risiko sosial pada remaja, pendekatan preventif berbasis edukasi sejak dini dinilai menjadi langkah strategis, dengan menempatkan keluarga dan sekolah sebagai aktor utama.
Melalui pendekatan edukatif dan komunikatif, peserta diajak memahami tanda-tanda awal perubahan perilaku serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara kolaboratif.
Selain kegiatan tatap muka, program ini juga diikuti secara virtual oleh SMA, SMP, dan SLB se-Sulawesi Selatan, termasuk Pokja I TP PKK kabupaten/kota.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Usul Skema Modal Tanpa Bunga
Model pembelajaran hybrid tersebut dinilai efektif dalam memperluas jangkauan edukasi secara merata hingga ke berbagai daerah.
Partisipasi lintas satuan pendidikan dan wilayah ini diharapkan memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Pokja 1 TP PKK Provinsi Sulsel, Melanie Simon Jufrie menegaskan bahwa keberhasilan Program SEHATI sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh pihak, terutama orang tua dan tenaga pendidik sebagai garda terdepan dalam pembinaan karakter anak.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap terbentuk pemahaman yang sama tentang pentingnya deteksi dini serta penanganan yang tepat terhadap perilaku berisiko pada anak,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan refleksi, memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman sekaligus merumuskan langkah konkret dalam menerapkan nilai-nilai SEHATI di lingkungan masing-masing.
Program SEHATI direncanakan berlanjut di berbagai satuan pendidikan sebagai bagian dari gerakan bersama membangun generasi Sulawesi Selatan yang berkarakter, tangguh, dan berdaya saing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Kabar Baik dari Mendagri: PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PNS
-
Jalan Aroepala Makassar-Gowa Rampung, Kenapa Belum Dibuka? Ini Alasannya
-
25 Ribu Rumah Subsidi untuk Sulawesi Selatan
-
Belanja Makin Hemat, Dapatkan Diskon 25% dengan BRI Kartu Kredit
-
Ahmad Ali: Gelombang Besar Menuju Kemenangan PSI 2029 Dimulai dari Sulteng