Muhammad Yunus
Kamis, 30 April 2026 | 13:26 WIB
Suciati, penjual Jalangkote asal Wajo, Sulawesi Selatan akhirnya berangkat ke Tanah Suci setelah menabung 16 tahun [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Suciati, seorang penjual jalangkote asal Wajo, berhasil mewujudkan mimpinya menunaikan ibadah haji setelah menabung selama 16 tahun.
  • Ia diberangkatkan ke Tanah Suci pada tahun ini sebagai bagian dari kelompok terbang 10 Embarkasi Makassar.
  • Kabupaten Wajo mencatat jumlah calon jemaah haji tertinggi di Sulawesi Selatan sebanyak 1.941 orang pada tahun ini.

Pemberangkatan jemaah haji dari Kabupaten Wajo sendiri menjadi momen penting yang selalu dinantikan setiap tahun.

Bupati Wajo, Andi Rosman menyebut keberangkatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga bentuk kehadiran pemerintah dalam mendampingi warganya menunaikan rukun Islam kelima.

"Setiap tahun pemerintah daerah wajib hadir membersamai para calon jemaah haji. Kita patut bersyukur karena Wajo menjadi daerah dengan jumlah calon haji tertinggi di Sulawesi Selatan, sebanyak 1.941 orang," ujarnya.

Ia juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga kondisi fisik dan kesiapan batin. Menurutnya, perjalanan haji bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang niat yang lurus dan kesiapan hati.

"Tetap jaga fisik dan luruskan niat kita menuju Tanah Suci. Jangan sampai kelelahan. Kalau merasa kurang enak badan, segera sampaikan ke petugas atau pembimbing haji," pesannya.

Lebih dari itu, Andi Rosman juga menitipkan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi identitas masyarakat Wajo. Ia berharap seluruh jemaah mampu menjaga persatuan dan membawa nama baik daerah selama berada di Tanah Suci.

"Kita buktikan bahwa masyarakat Wajo itu bersatu, massiddi. Kita harus menjunjung tinggi nilai Yassiwajori sebagai simbol daerah kita," tuturnya.

Di antara ribuan jemaah yang bersiap berangkat, Suciati mungkin hanya satu nama. Namun kisahnya menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju mimpi tak pernah sia-sia.

Dari pasar tradisional di Sengkang, dari wajan sederhana yang setiap hari ia panaskan, hingga ke panggilan suci yang kini telah di depan mata Suciati membuktikan bahwa kesabaran bisa menjelma menjadi jalan.

Baca Juga: Kisah Penjual Ikan Keliling Naik Haji Setelah Menabung Puluhan Tahun

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More