- Poliklinik jantung RSUD Dr Hasri Ainun Habibie Gorontalo menghadapi kendala edukasi pasien terkait pentingnya pemeriksaan kesehatan lanjutan.
- Banyak pasien menghentikan proses diagnosis lebih awal karena kurangnya pemahaman dan merasa keluhan sudah mulai berkurang.
- Peningkatan edukasi berkelanjutan oleh tenaga medis diharapkan mampu mengoptimalkan hasil pengobatan dan efektivitas pelayanan jantung pasien.
SuaraSulsel.id - Edukasi pasien masih menjadi tantangan utama dalam pelayanan poliklinik jantung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo.
"Meski fasilitas pemeriksaan kesehatan jantung terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir secara bertahap dan berkelanjutan, namun beragam tantangan terus dihadapi," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr Diera Gabriella Darda SpJP di Gorontalo, Sabtu (25/4).
Ia mengatakan, tidak semua pasien bersedia menjalani pemeriksaan lanjutan yang sebenarnya penting untuk menegakkan diagnosis secara tepat dan menyeluruh.
“Masih ada pasien yang hanya sampai pada pemeriksaan awal dan tidak melanjutkan ke tahap berikutnya,” katanya.
Ia menjelaskan kondisi tersebut terjadi karena kurangnya pemahaman pasien terhadap pentingnya pemeriksaan lanjutan dalam penanganan penyakit jantung secara komprehensif.
Selain itu, sebagian pasien juga masih menganggap pemeriksaan lanjutan tidak terlalu mendesak jika keluhan sudah berkurang.
Pemeriksaan lanjutan juga diperlukan untuk mengetahui kondisi jantung secara lebih detail, akurat dan terukur.
Diera mengatakan tanpa pemeriksaan lengkap, diagnosis yang ditegakkan dapat menjadi kurang optimal dan berpengaruh terhadap efektivitas terapi pasien.
Ia menambahkan tenaga medis memiliki peran penting dalam memberikan edukasi yang jelas, sederhana dan mudah dipahami pasien dari berbagai latar belakang.
Baca Juga: Puluhan Ribu Kasus, Begini Cara Melindungi Diri dari Virus Campak yang Mudah Menular
Edukasi tersebut mencakup penjelasan risiko penyakit jantung, deteksi dini, serta pentingnya kepatuhan menjalani seluruh rangkaian pemeriksaan.
"Dengan edukasi berkelanjutan, diharapkan kesadaran pasien meningkat sehingga pelayanan kesehatan berjalan lebih efektif dan hasil pengobatan menjadi lebih optimal," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Saat Rumah Petani Luwu Timur Rata dengan Tanah Demi Ambisi PSN
-
BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP
-
Di Kepulauan Talaud, Mantri BRI Hadir Dampingi UMKM Tumbuh Berkelanjutan
-
Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan
-
Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan