- Dokter RSUI menyatakan bahwa imunisasi MMR merupakan langkah paling efektif mencegah penyakit campak bagi individu berisiko tinggi.
- Penyakit campak menular melalui percikan pernapasan dan berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia serta radang otak.
- Masyarakat diimbau melakukan deteksi dini ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala demam tinggi dan ruam kemerahan.
SuaraSulsel.id - Dokter Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Shofa Nisrina Luthfiyani mengingatkan bahwa upaya paling efektif untuk mencegah penyakit campak adalah melalui pemberian imunisasi.
"Imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella) bisa mencegah campak, penyakit ini umumnya diawali dengan gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah," kata dr. Shofa Nisrina di Depok, Kamis (16/4).
Kemudian lanjutnya dalam beberapa hari, akan muncul ruam kemerahan yang dimulai dari wajah, telinga dan menyebar ke seluruh tubuh. Tanda khas lainnya adalah munculnya bercak putih di dalam mulut atau bercak koplik.
"Penularan campak terjadi melalui percikan saluran pernapasan (droplet) saat penderita batuk atau bersin," katanya.
Menurut dia virus ini juga dapat bertahan di udara maupun pada permukaan benda dalam waktu tertentu, sehingga meningkatkan risiko penularan.
Kelompok yang berisiko tinggi terkena campak antara lain anak-anak yang belum mendapatkan
imunisasi, orang dewasa yang belum pernah divaksin, serta individu dengan sistem imun yang
lemah.
Jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare, infeksi telinga, hingga radang otak (ensefalitis).
Untuk itu masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker saat sakit, menghindari kontak dengan penderita, serta menjaga daya tahan tubuh.
Masyarakat juga diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami
gejala seperti demam tinggi lebih dari tiga hari, ruam yang menyebar luas, sesak napas, atau
penurunan kesadaran.
Baca Juga: 12 Fakta Penting KLB Campak di Sulsel: 1.304 Kasus, Empat Daerah Berstatus Darurat
Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Melalui peningkatan kesadaran masyarakat, imunisasi yang optimal, serta deteksi dini, diharapkan penyebaran campak dapat dikendalikan dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.
RSUI, tambah dia, menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan penyakit infeksi, termasuk campak dengan dukungan tenaga medis profesional.
Menurutnya, campak atau measles masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang perlu diwaspadai masyarakat.
Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan puluhan ribu kasus suspek campak terjadi sepanjang tahun 2025 dan hingga awal 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Puluhan Ribu Kasus, Begini Cara Melindungi Diri dari Virus Campak yang Mudah Menular
-
Wali Kota Makassar Tolak Pengadaan Kendaraan Dinas Baru
-
Skripsi Ternyata Bisa Dipatenkan! Ini Langkah Mudah Alumni Universitas Tomakaka Lindungi Karya
-
Debat Publik Soroti Danantara, Antara Janji Kemakmuran dan Kekhawatiran Mega Korupsi
-
Masuk Kategori Cukup Bebas, Sulsel Jadi Sorotan dalam Rakor Kemerdekaan Pers di Makassar