- Komisi IV DPR RI mendukung penguatan Badan Karantina Indonesia melalui peningkatan anggaran, fasilitas, dan SDM saat kunjungan kerja di Makassar.
- Badan Karantina Indonesia melakukan modernisasi layanan digital serta laboratorium untuk memperkuat pengawasan keamanan hayati dan ketahanan pangan nasional.
- Karantina Sulawesi Selatan berhasil memfasilitasi ekspor komoditas pertanian dan perikanan senilai Rp11,1 triliun ke 63 negara sepanjang tahun 2025.
SuaraSulsel.id - Komisi IV DPR RI menegaskan dukungannya terhadap penguatan peran Badan Karantina Indonesia sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan keamanan hayati.
Dukungan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto saat Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI Masa Sidang IV Tahun Sidang 2025–2026 di Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (23/4).
Dalam kesempatan itu, Panggah menyampaikan bahwa peran karantina menjadi instrumen penting untuk memastikan lalu lintas komoditas pertanian, kehutanan, dan perikanan yang masuk maupun keluar wilayah Indonesia tetap aman dari ancaman hama, penyakit, organisme pengganggu, serta risiko biologis lainnya yang dapat mengganggu produksi pangan nasional.
"Sebagai lembaga yang melindungi kita semua, kami sepakat bahwa peran Karantina ini menjadi sangat strategis dan penting sehingga perlu didukung semuanya baik terkait dengan SDM-nya, maupun terkait dengan fasilitasnya," jelas Panggah.
Lebih lanjut, dalam peninjauan yang dilakukan di Satuan Pelayanan Bandara International Sultan Hasanuddin Makassar, fasilitas karantina dan semangat kerja petugas karantina dinilai sudah baik dan profesional.
Meski demikian, dengan wilayah Indonesia yang luas dan tantangan biosekuriti yang semakin kompleks, kapasitas fasilitas dan dukungan sumber daya manusia untuk karantina masih perlu diperkuat.
"Kita sepakat dari Komisi IV mendukung penguatan kelembagaan Badan Karantina Indonesia, termasuk melalui dukungan anggaran agar pelaksanaan tugas dan fungsi karantina semakin optimal," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean menyampaikan bahwa penguatan karantina terus dilakukan secara menyeluruh, baik melalui transformasi layanan digital, modernisasi laboratorium, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sahat menjelaskan bahwa saat ini Karantina telah menggunakan sistem digital, dan selanjutnya akan berfokus pada revitalisasi laboratorium dan peningkatan SDM.
Baca Juga: Waspada! Pengiriman Hewan Kurban Antarpulau Melonjak, Karantina Diperketat
“Laboratorium merupakan senjata karantina kita untuk bertempur. Karena itu kita dorong modernisasi alat, pembenahan gedung, hingga peningkatan kemampuan SDM sebagai bagian dari penguatan seluruh aspek perlindungan keamanan hayati,” jelas Sahat.
Dalam kesempatan itu, Sahat menambahkan bahwa mobilitas hewan, ikan, dan tumbuhan di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan cukup tinggi.
Data lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan yang dilalulintaskan melalui Karantina Sumsel menunjukkan angka yang cukup tinggi.
Hal ini menegaskan posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu hub logistik utama di kawasan timur Indonesia, baik melalui pelabuhan laut maupun bandar udara.
Sebagai informasi, data ekspor yang disertifikasi melalui Karantina Sulawesi Selatan sepanjang 2025 menunjukkan performa yang impresif.
Komoditas asal daerah ini telah menembus 63 negara tujuan dengan total volume mencapai 355.431 ton dan nilai ekspor sekitar Rp11,1 triliun.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital
-
Cekcok soal Parkir Rp10 Ribu, Ojol Ditikam Jukir di Samping Mal Ratu Indah
-
Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Pompa Ponton Atasi Kekeringan di Musim Tanam Sela
-
Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Gubernur Sulsel Bawa Pulang Insentif Miliaran Rupiah
-
JATAM Gugat Gubernur, Kapolda, dan Bupati Parigi Moutong Terkait Tambang Emas