- Komisi IV DPR RI mendukung penguatan Badan Karantina Indonesia melalui peningkatan anggaran, fasilitas, dan SDM saat kunjungan kerja di Makassar.
- Badan Karantina Indonesia melakukan modernisasi layanan digital serta laboratorium untuk memperkuat pengawasan keamanan hayati dan ketahanan pangan nasional.
- Karantina Sulawesi Selatan berhasil memfasilitasi ekspor komoditas pertanian dan perikanan senilai Rp11,1 triliun ke 63 negara sepanjang tahun 2025.
Komoditas unggulan ekspor di sektor perikanan seperti udang vannamei, tuna, kerapu, gurita, dan karagenan menyumbang nilai ekspor sekitar Rp5,6 triliun. Kemudian pada sektor pertanian terdapat komoditas rumput laut, kelapa bulat, kakao, kacang mede, dan porang yang memiliki nilai ekonomi sekitar Rp5,5 triliun.
Terdapat juga komoditas hewan yang diekspor meliputi awetan kupu-kupu, kulit reptil, sarang burung walet, dan madu yang diperkirakan memiliki nilai ekonomi sekitar Rp979 juta.
Komoditas tersebut telah diekspor ke berbagai negara antara lain China, Jepang, Amerika Serikat, Australia, Vietnam, Korea Selatan, hingga negara-negara Eropa seperti Belanda dan Prancis.
Selain ekspor, terdapat juga lalu lintas domestik keluar (dokel) mencapai sekitar 439,55 juta kilogram dengan nilai Rp5,12 triliun, dan domestik masuk (domas) sebesar 115,39 juta kilogram dengan nilai Rp1,39 triliun. Sedangkan untuk impor, tercatat volume sekitar 264,35 juta kilogram dengan nilai mencapai Rp1,10 triliun.
Komitmen bersama antara Barantin dan Komisi IV DPR RI ini diharapkan menjadi fondasi kokoh dalam mewujudkan sistem karantina yang maju.
Melalui dukungan tersebut, diharapkan kedepannya Barantin dapat lebih kuat sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan perkarantinaan di seluruh pintu pemasukan dan pengeluaran, khususnya di kawasan timur Indonesia yang memiliki potensi besar sekaligus tantangan yang tidak ringan.
"Dukungan terhadap penguatan kelembagaan meliputi transformasi layanan digital, modernisasi laboratorium hingga peningkatan SDM diharapkan dapat semakin memperkuat peran karantina sebagai instrumen strategis dalam melindungi sumber daya hayati, mendukung kelancaran perdagangan, dan menjaga ketahanan pangan nasional," tutup Sahat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital
-
Cekcok soal Parkir Rp10 Ribu, Ojol Ditikam Jukir di Samping Mal Ratu Indah
-
Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Pompa Ponton Atasi Kekeringan di Musim Tanam Sela
-
Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Gubernur Sulsel Bawa Pulang Insentif Miliaran Rupiah
-
JATAM Gugat Gubernur, Kapolda, dan Bupati Parigi Moutong Terkait Tambang Emas