- Massa melakukan aksi protes terhadap kebijakan Gubernur Rudy Mas'ud terkait penggunaan anggaran renovasi rumah jabatan yang memicu kericuhan.
- Sejarah Kalimantan Timur mencakup masa kerajaan lokal, pengaruh perdagangan Kesultanan Makassar, hingga penyerahan wilayah kepada pihak kolonial Belanda.
- Provinsi Kalimantan Timur resmi berdiri pada 1956 melalui UU Nomor 25 dan mengalami pemekaran wilayah menjadi Kalimantan Utara tahun 2012.
SuaraSulsel.id - Ribuan warga bersama mahasiswa menggelar unjuk rasa di Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Selasa 21 April 2026.
Mereka protes dengan kebijakan Gubernur Rudy Mas'ud yang menggunakan anggaran rakyat miliaran rupiah untuk renovasi rumah jabatan dan keperluan lain yang dianggap tidak perlu.
Aksi yang berlangsung hingga malam hari ini sempat ricuh. Polisi pun menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa aksi.
Lantas bagaimana sejarah Provinsi Kalimantan Timur?
Mengutip laman website Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dijelaskan ringkasan sejarah Provinsi Kalimantan Timur.
Wilayah Kalimantan Timur sejak lama dikenal sebagai kawasan yang belum padat penduduk, namun memiliki sejarah kerajaan dan jalur perdagangan yang penting di Nusantara.
Sebelum kedatangan para pendatang dari luar pulau, daerah ini telah dihuni oleh berbagai kerajaan lokal seperti Kerajaan Kutai, Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Kesultanan Pasir, dan Kesultanan Bulungan.
Dalam catatan Hikayat Banjar, wilayah seperti Pasir, Kutai, Berau, hingga Karasikan bahkan disebut sebagai bagian dari wilayah taklukan Kesultanan Banjar sejak masa Hindu.
Pada paruh pertama abad ke-17, kawasan Kalimantan Timur mulai ramai oleh aktivitas perdagangan.
Baca Juga: KALLA Respons Rencana Aksi di Makassar: Dukungan Jangan Lewat Unjuk Rasa
Saat itu, Kesultanan Makassar (Gowa–Tallo) menjalin perjanjian dengan Sultan Banjar untuk memanfaatkan wilayah pesisir Kalimantan Timur sebagai tempat berdagang.
Kesepakatan yang berlangsung sekitar tahun 1638–1654 tersebut membuat pedagang dan perantau dari Sulawesi Selatan mulai berdatangan dan menetap di wilayah ini.
Memasuki masa kolonial, perubahan besar terjadi. Pada 13 Agustus 1787, Sultan Tahmidullah II dari Banjar menyerahkan sebagian wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur, kepada VOC Belanda.
Penyerahan itu kemudian ditegaskan kembali melalui beberapa perjanjian, termasuk traktat tahun 1817 dan pernyataan Sultan Adam pada 1826 yang memperkuat kekuasaan Hindia Belanda di kawasan tersebut.
Pada tahun 1846, pemerintah kolonial mulai menempatkan Asisten Residen di Samarinda untuk mengelola wilayah Borneo Timur.
Setelah Indonesia merdeka, Kalimantan Timur menjadi bagian dari Provinsi Kalimantan. Namun, aspirasi masyarakat mendorong pemekaran wilayah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
16 Tahun Kumpul Recehan Hasil Pungut Rumput Laut, Nenek 86 Tahun Akhirnya Berangkat Haji
-
30 Tahun Jadi Sopir Truk, Ladalle Akhirnya Berangkat Haji: Menabung dari Upah Rp30 Ribu
-
Gibran Rakabuming: Pak JK Adalah Idola Saya
-
Kaltim Membara! Protes Kebijakan Gubernur Berujung Bentrok, Inilah Sejarah Provinsi Kaya Ini
-
Dari Beauty Class hingga Womenpreneur Bazaar, BRI Rayakan Kartini dengan Pemberdayaan Nyata