Muhammad Yunus
Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:06 WIB
BYD memamerkan M6 di GIIAS Makassar 2026. 65 persen kendaraan saat ini masih menggunakan bensin, sehingga menjadi tantangan bagi produsen kendaraan listrik[SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Pramita Sari menyatakan 65 persen pasar otomotif Indonesia masih bergantung pada mobil bensin pada GIIAS Makassar 2026.
  • Pangsa pasar kendaraan listrik nasional melonjak dari di bawah 1 persen kini telah melampaui 26 persen.
  • BYD memperluas jaringan layanan dan memperkenalkan M6 EV di Makassar untuk menjangkau konsumen Sulawesi.

SuaraSulsel.id - Peralihan menuju kendaraan listrik di Indonesia masih menghadapi tantangan besar.

Di tengah tren mobilitas ramah lingkungan yang terus berkembang, sekitar 65 persen pasar kendaraan masih bergantung pada mobil berbahan bakar bensin.

Kondisi ini menjadi peluang sekaligus pekerjaan rumah bagi produsen kendaraan listrik untuk meyakinkan masyarakat agar beralih ke teknologi baru.

Head of Marketing PT BYD Motor Indonesia, Pramita Sari menyebut ruang pertumbuhan kendaraan listrik di Tanah Air masih terbuka lebar.

Meski minat konsumen meningkat, pasar kendaraan konvensional masih menjadi bagian besar dari industri otomotif nasional.

"Sebanyak 65 persen pasar masih bergantung pada kendaraan dengan bahan bakar bensin," kata Pramita di Indonesia International Auto Show (GIIAS) Makassar 2026 di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC), Makassar.

Besarnya pasar kendaraan berbahan bakar bensin menunjukkan bahwa pekerjaan produsen mobil listrik bukan sekadar menghadirkan produk baru.

Mereka juga perlu memperluas jangkauan layanan dan membangun kepercayaan konsumen terhadap teknologi kendaraan listrik.

Pramita mengatakan perkembangan pasar kendaraan listrik Indonesia menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan periode sebelum BYD memasuki pasar nasional.

Baca Juga: Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar

Pangsa pasar kendaraan listrik yang sebelumnya masih di bawah 1 persen kini telah melampaui 26 persen.

"Sebelum BYD hadir di Indonesia, pangsa pasar EV nasional masih di bawah 1 persen. Dan hari ini berkat kepercayaan masyarakat, pangsa pasar EV telah melebihi 26 persen," ujarnya.

Di tengah perkembangan tersebut, BYD mengklaim telah menguasai lebih dari 37 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional.

Perusahaan juga mencatat penjualan kendaraan BYD Group mencapai 46.700 unit sepanjang Januari hingga September 2026.

Angka tersebut menjadi modal bagi BYD untuk memperluas penetrasi pasar. Namun, dengan masih besarnya ketergantungan konsumen pada kendaraan berbahan bakar bensin, produsen kendaraan listrik masih memiliki pekerjaan panjang untuk mendorong adopsi yang lebih luas.

Salah satu strategi yang ditempuh adalah memperluas pilihan teknologi kendaraan.

Load More