Muhammad Yunus
Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB
Ilustrasi: Warga menunjukan ikan ikan Sidat endemik Danau Poso yang baru saja di tangkap pada Jelajah Budaya Wayamasapi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (10/11/2022) [SuaraSulsel.id/ANTARA]
Baca 10 detik
  • Pemprov Sulteng menjadwalkan program penebaran kembali benih ikan sidat di Danau Poso pada tahun 2027.
  • Langkah tersebut diambil karena hasil tangkapan sidat merosot drastis menjadi enam hingga dua belas ton per tahun.
  • Pemerintah daerah juga berupaya mengendalikan penebaran benih ikan nila untuk mencegah persaingan makanan dengan sidat.

SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menyiapkan program penebaran kembali (restocking) benih ikan sidat di Danau Poso, Kabupaten Poso, pada 2027.

Langkah ini dilakukan untuk memulihkan populasi ikan endemik yang hasil tangkapannya terus merosot.

Data Dinas Perikanan setempat menunjukkan, hasil tangkapan sidat di Danau Poso kini hanya berkisar 6–12 ton per tahun.

Angka tersebut jauh di bawah produksi pada periode 2024–2025 yang mencapai 22–54 ton per tahun.

Penurunan ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena sidat tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga bernilai ekonomis bagi masyarakat setempat.

Kepala Bidang Budi Daya, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tengah, Mohammad Syafar, mengatakan harga sidat di pasar lokal mencapai Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.

"Selain merupakan ikan endemik Danau Poso, sidat juga memiliki nilai ekonomis sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan warga di Poso," kata Syafar di Palu, Kamis 29 Oktober 2026.

Ikan Nila Jadi Perhatian

Selain menyiapkan pemulihan populasi sidat, Pemprov Sulteng berupaya mengendalikan penebaran benih ikan nila di Danau Poso.

Baca Juga: Ikan Endemik Terancam Punah, Aturan Pelepasliaran Ikan Asing Diperketat

Keberadaan nila dinilai berpotensi mengganggu perkembangan sidat karena keduanya dapat bersaing mendapatkan makanan.

Syafar menjelaskan, ikan nila memiliki kemampuan adaptasi tinggi, bersifat omnivora, berkembang biak dengan cepat, dan mampu menguasai wilayah perairan.

Jika tidak dikendalikan, keberadaan ikan tersebut dikhawatirkan semakin menekan populasi ikan endemik di habitat aslinya.

"Kami meminta masyarakat sekitar Danau Poso ikut membantu pemerintah mengendalikan penaburan benih nila," ujarnya.

Restocking Sidat Dijadwalkan 2027

DKP Sulawesi Tengah merencanakan penebaran benih sidat dalam skala besar pada 2027 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kembali populasinya di Danau Poso.

Load More