- Nanda Aprianty Arief akan mengenakan kostum The Queen of Kalong pada ajang Puteri Indonesia 2026 di Jakarta.
- Desainer Ario Burnama dan Al Dursan merancang kostum tersebut dalam waktu singkat selama dua minggu proses pengerjaan.
- Busana ini terinspirasi dari legenda Ratu Kalong asal Soppeng sebagai simbol perlindungan serta harmoni manusia dan alam.
Hari-hari berikutnya diisi dengan pengerjaan yang nyaris tanpa jeda.
Sulaman emas dikerjakan dengan ketelitian tinggi. Setiap jahitan harus presisi, karena satu kesalahan kecil bisa merusak keseluruhan tampilan.
Waktu tidak memberi banyak kesempatan untuk mengulang.
Di sisi lain, mahkota menjadi tantangan tersendiri. Ia harus menyerupai koloni kalong di malam hari. Gelap, misterius, tetapi tetap memiliki keindahan yang memikat.
Bentuknya dirancang berlapis dengan detail yang membuatnya tampak hidup ketika terkena cahaya.
"Yang paling sulit itu menjaga keseimbangan antara estetika dan makna," ujar Al Dursan menambahkan.
Pemilihan warna pun bukan keputusan sembarangan. Ungu dipilih untuk melambangkan kebangsawanan dan kedalaman spiritual.
Hitam menjadi simbol ketangguhan sekaligus perlindungan seperti malam yang menaungi.
Sementara emas hadir sebagai harapan, tentang kesejahteraan dan masa depan yang lebih baik.
Baca Juga: Kisah Pilu Nurul Izza yang Tewas Mengenaskan di Soppeng, Diminta Bayar Uang Tebusan
Semua elemen itu disatukan dalam waktu yang terus berjalan. Dua minggu terasa seperti hitungan jam.
Setiap hari adalah kompromi antara idealisme dan realitas waktu.
Namun, justru dari keterbatasan itulah muncul intensitas. Tidak ada ruang untuk ragu terlalu lama.
Setiap keputusan harus cepat, tetapi tetap berakar pada konsep yang kuat.
Ketika akhirnya kostum itu selesai, hasilnya berbicara sendiri. Siluet sayap yang megah, detail sulaman yang kaya, hingga mahkota yang dramatis. Semuanya berpadu dalam satu kesatuan yang utuh.
Kostum tersebut akan dikenakan oleh Nanda Aprianty Arief dalam ajang Puteri Indonesia 2026, tepatnya pada sesi Traditional Costume Show di Jakarta.
Di panggung itu, karya yang lahir dalam dua minggu ini akan diuji, bukan hanya dari sisi visual, tetapi juga dari kemampuannya menyampaikan cerita.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
UTBK 2026 di Unhas: Libatkan Aparat hingga Pasang Jammer
-
Mata Kering dan Berair Akibat Gadget? Begini Cara Mencegah Sebelum Jadi Masalah Serius
-
Begini Strategi Baru Unhas Cegah Perjokian UTBK 2026
-
Makna Mendalam Kostum 'The Queen of Kalong' Dibawa Nanda Aprianty ke Panggung Puteri Indonesia
-
Kenaikan LPG Menjalar ke Harga Makanan, UMKM di Sulsel Tertekan