- Pemerintah Kota Makassar melakukan tender ulang proyek PSEL senilai Rp3 triliun akibat terbitnya Perpres Nomor 109 Tahun 2025.
- Konselor Politik Kedubes Tiongkok, Zhen Wangda, mengunjungi Makassar pada 20 April 2026 untuk menjajaki peluang investasi proyek tersebut.
- Pemerintah Kota Makassar menyiapkan lahan tujuh hektare di TPA Antang sebagai lokasi baru pembangunan fasilitas energi ramah lingkungan.
"Dengan adanya peralihan regulasi, maka kerja sama yang sudah berjalan harus diakhiri, dan prosesnya kembali ke tahap awal melalui tender ulang," ujar Appi, sapaannya.
Sebelumnya, proyek PSEL dengan nilai investasi Rp 3 triliun ini akan ditender ulang usai sebelumnya dimenangkan oleh konsorsium PT Grand Puri Indonesia bersama PT Sarana Utama Synergi dan berada pada tahap persiapan pelaksanaan.
Namun, perubahan kebijakan membuat seluruh proses harus disesuaikan kembali dengan aturan baru yang ditetapkan pemerintah pusat.
Kondisi ini sekaligus membuka peluang baru bagi investor, termasuk dari luar negeri untuk kembali masuk dalam proyek tersebut.
Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan Kedubes Tiongkok mengirimkan tim ke Makassar.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Makassar telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan proyek PSEL dapat segera berjalan kembali.
Selain menyesuaikan skema kerja sama, pemerintah juga memindahkan lokasi pembangunan ke TPA Antang di Kecamatan Manggala.
Lokasi tersebut dipilih karena dinilai memiliki ketersediaan bahan baku yang memadai. Timbunan sampah yang ada di TPA Antang diperkirakan dapat menyuplai kebutuhan awal operasional pembangkit listrik berbasis sampah.
Appi menyebut sekitar 20 hingga 25 persen sampah di lokasi tersebut masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku energi. Pemerintah kota juga telah menyiapkan lahan sekitar tujuh hektare untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut.
Baca Juga: China Mulai Jatuh Hati pada Durian Sulawesi, Borong Ratusan Ton
Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp3 triliun.
Dengan skema baru, pemerintah berharap proses tender ulang dapat menghadirkan investor dengan kapasitas teknologi dan pendanaan yang lebih kuat.
Kunjungan tim Kedubes Tiongkok di tengah proses tersebut menjadi indikasi adanya minat dari investor asing terhadap proyek ini. Selain sebagai solusi pengelolaan sampah, PSEL juga dipandang sebagai bagian dari upaya transisi energi bersih di kawasan perkotaan.
Meski demikian, pemerintah daerah masih perlu memastikan kesiapan administratif dan regulasi agar proses tender ulang berjalan lancar. Kepastian hukum dan skema kerja sama yang jelas menjadi faktor penting untuk menarik minat investor.
Dengan berubahnya kebijakan dan dibukanya kembali peluang investasi, proyek PSEL Makassar kini memasuki babak baru.
Jika proses tender berjalan sesuai rencana, proyek ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga menjadi langkah strategis menuju pengembangan energi ramah lingkungan di Indonesia timur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang
-
Proyek Stadion Sudiang Masuk Tahap Paling Krusial, Pembangunan Sudah 25 Persen
-
Unhas Latih Dosen dan Mahasiswa Gunakan AI
-
De Red Bertekad Kalahkan PSM dalam League Cup
-
Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah