- Masita, jemaah lansia berusia 94 tahun asal Bone, bersiap menunaikan ibadah haji tahun 2026 setelah memenuhi syarat kesehatan.
- Pemerintah menetapkan biaya haji tahun 2026 sebesar Rp87,4 juta, turun dari tahun sebelumnya tanpa adanya kenaikan biaya.
- Embarkasi Makassar menjadwalkan keberangkatan 16.749 jemaah mulai 21 April 2026 dengan fokus utama pada layanan ramah kelompok lansia.
Harapan serupa juga datang dari jemaah lainnya. Aliyah (53) misalnya, menyoroti persoalan makanan yang kerap menjadi kendala dalam beberapa musim haji sebelumnya.
Ia berharap persoalan makanan tidak lagi terulang agar jemaah dapat beribadah dengan nyaman.
Dalam beberapa tahun terakhir, catatan evaluasi penyelenggaraan haji memang masih menyisakan sejumlah persoalan.
Tak hanya karena makanan, masalah lainnya adalah keterbatasan fasilitas menjelang puncak ibadah di Arafah.
Kondisi tenda yang melebihi kapasitas hingga kekurangan tempat tidur sempat terjadi, membuat sebagian jemaah harus berdesakan.
"Berita-berita sebelumnya ada soal makanan yang terlambat, kemudian tenda yang tidak cukup. Kita harap tahun 2026 ini tidak terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya," harapnya.
Pemerintah Janjikan Perbaikan Layanan
Di tengah berbagai catatan tersebut, pemerintah memastikan sejumlah perbaikan terus dilakukan.
Pemerintah juga menegaskan biaya tak akan naik walau harga avtur saat ini mengalami kenaikan.
Baca Juga: Jadwal Resmi Haji 2026: Kloter Pertama Embarkasi Makassar Berangkat 22 April
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail menegaskan biaya haji tahun 2026 untuk jemaah di Sulawesi Selatan tidak akan mengalami kenaikan.
"Walaupun kita tahu kondisi avtur naik, tapi sampai detik ini belum ada wacana kenaikan biaya haji," ujarnya.
Pemerintah bahkan menetapkan penurunan biaya haji sekitar Rp2 juta dibandingkan tahun sebelumnya.
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2026 disepakati sebesar Rp87,4 juta per jemaah, turun dari Rp89,4 juta pada 2025.
Kepastian ini, menurut Ikbal, diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi calon jemaah yang telah lama menanti keberangkatan.
"Pemerintah Indonesia bersama Kerajaan Arab Saudi memastikan seluruh tahapan pemberangkatan jemaah tetap berjalan sesuai rencana. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Polemik Bupati Gowa vs DPRD Memanas, Kerajaan Gowa Beri Peringatan Keras
-
Bupati Gowa Husniah Talenrang Siap Bongkar Bukti Video Miras di Pansus Hak Angket
-
Bupati Gowa Dilaporkan ke Polisi oleh Mantan Suami, Ini Kasusnya
-
10 Ribu Peserta Serbu Makassar, Pemprov Sulsel: Perputaran Uang Capai Rp100 Miliar
-
Pesona 'Noni Belanda' Kaltim Curi Perhatian di HUT Dekranas