- Polsek Panakkukang menangkap pelaku berinisial I terkait kasus pengeroyokan terhadap dua korban di Jalan Boulevard Makassar, Sulawesi Selatan.
- Insiden terjadi pada 5 April 2026 akibat kesalahpahaman pembayaran tarif parkir antara pelaku dengan korban AH dan Serda S.
- Korban mengalami luka lebam akibat pengeroyokan tersebut dan pihak kepolisian masih mendalami keterlibatan pelaku lain dalam peristiwa ini.
SuaraSulsel.id - Tim Reskrim Polsek Panakukang akhirnya membekuk salah seorang pelaku inisial I. Usai mengeroyok anggota Komponen Cadangan atau Komcad (KC) inisial Serda (KC) S beserta rekannya AH di Jalan Boulevard Makassar, Sulawesi Selatan.
"Jadi, terkait penganiayaan yang terjadi di Jalan Boulevard, yaitu cuma satu pelakunya, saat ini yang diamankan," ujar Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Uji Mughni kepada wartawan saat dikonfirmasi, Selasa (7/4).
Kejadian dugaan pengeroyokan tersebut pada 5 April 2026 sekira pukul 15.56 WITA di depan Toko Buah Jalan Boulevard, Kecamatan Panakukang.
Dua korbannya inisial Serda (KC) S dan rekannya AH (supir salah satu kantor kejari di Sulsel), dilakukan juru parkir (Jukir) inisal I bersama rekan-rekannya.
Peristiwa tersebut bermula saat korban AH diminta uang parkir oleh pelaku I senilai Rp3.000, selanjutnya membayar sesuai yang diminta lalu diberi karcis.
Namun, saat dilihat kembali karcis tersebut ternyata diperuntukkan untuk mobil.
Merasa ditipu, korban menyampaikan ke pelaku bila nanti datang ke Toko Buah tersebut tidak membayar lagi, karena karcisnya untuk mobil.
Pelaku emosi kemudian memukuli korban di bagian wajah.
Tidak terima diperlakukan seperti itu, korban menelpon rekannya Serda (KC) S untuk membantu.
Baca Juga: Jukir Liar, Anjal dan Gepeng di Kawasan Anjungan Pantai Losari Ditertibkan
Sesaat tiba di lokasi kejadian, Serda (KC) S mempertanyakan perihal kronologinya dan pemukulan rekannya.
Karena tertantang, pelaku lari dan memanggil rekan-rekannya di sekitar lokasi.
Terjadi adu mulut berlanjut ke perkelahian dan berujung pengeroyokan kepada dua korban karena jumlahnya tidak sebanding.
Usai mengeroyok korban, para pelakunya melarikan diri. Sedangkan kedua korban mengalami luka lebam dan selanjutnya melaporkan kejadian ke Polsek Panakukang.
"Untuk yang ada saat ini luka memar di mata sebelah kanan. Dan yang luka parah sebetulnya Komcad itu. Tapi, karena yang melapor salah satu driver (supir), tetap kita proses itu (korban S), mengacu pada laporannya," kata Uji Mughni.
Terkait dengan motif penganiayaan secara bersama-sama, kata dia, dugaannya kesalahpahaman biaya parkir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Pertamina Janji Dua Hari ke Depan Kondisi SPBU di Makassar Normal
-
BPH Migas Beberkan Alasan SPBU di Makassar Terus Diserbu Warga
-
Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes
-
SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai
-
JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!