- BNNK Tana Toraja membongkar jaringan sabu besar yang dikendalikan oleh seorang narapidana dari Lapas Narkotika Bolangi, Gowa.
- Jaringan ini menggunakan modus "sistem tempel" dan media sosial Instagram untuk mengedarkan 200 hingga 300 paket sabu per hari.
- Aparat berhasil mengamankan 10 orang pelaku dalam empat hari operasi penindakan dan menemukan 14 titik paket sabu.
Dalam menjalankan aksinya, para pelaku memanfaatkan Instagram sebagai sarana utama komunikasi. Transaksi tidak lagi dilakukan secara tatap muka atau cash on delivery (COD), melainkan melalui sistem yang lebih tertutup dan sulit dilacak.
"Mereka tidak lagi pakai sistem COD. Semua lewat Instagram jadi kami juga harus masuk dan memantau aktivitas mereka di sana," ujar Ustim.
Penggunaan media sosial sebagai alat transaksi menjadi tantangan tersendiri bagi aparat. Selain harus melakukan pengawasan di dunia nyata, petugas juga dituntut untuk mampu menelusuri jejak digital para pelaku yang semakin canggih dalam menyamarkan aktivitasnya.
Hingga saat ini, BNNK Tana Toraja masih terus mengembangkan kasus tersebut. Aparat menduga jaringan ini tidak hanya beroperasi di satu wilayah, melainkan memiliki sejumlah titik peredaran lain yang belum terungkap, khususnya di kawasan Toraja dan sekitarnya.
Selain mengamankan para pelaku, petugas juga berhasil menemukan sejumlah paket sabu yang ditempatkan di berbagai lokasi dengan metode tempel. Total sementara terdapat 14 titik tempelan yang berhasil diungkap dalam operasi tersebut.
Pengungkapan ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap peredaran narkotika, termasuk dari dalam lembaga pemasyarakatan. Fakta bahwa jaringan besar dapat dikendalikan dari balik penjara menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum.
BNNK Tana Toraja menegaskan akan terus memburu jaringan ini hingga ke akar-akarnya. Upaya penindakan tidak hanya difokuskan pada pelaku di lapangan, tetapi juga pada aktor utama yang mengendalikan peredaran dari dalam lapas.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar
-
Dua Tahun 'Main Cantik' di Kantor Camat, Pegawai PPPK di Bogor Ketahuan Pakai Sabu Sejak 2024
-
Terbongkar dari Nyanyian Penjual Pecel Lele: Kronologi Sopir MBG Ditangkap saat Nyambi Kurir Sabu
-
Bukannya Antar Makanan, Sopir MBG di Tajurhalang Malah Nyambi Jadi Kurir Sabu!
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Tumpas Aksi Geng Motor, Polrestabes Makassar Gencarkan Patroli Malam di Titik Rawan
-
MIWF 2026 Hadirkan 144 Program Sastra Berskala Internasional di Makassar
-
Tunduk Keputusan Pusat, Pemkot Makassar 'Gaspol' Proyek Sampah Jadi Listrik di Tamalanrea
-
Ibadah Kenaikan Yesus Kristus di Kendari Dijaga Brimob
-
Atasi Banjir Kendari, Pemkot Bakal Bangun Tanggul Permanen di Kali Wanggu