Suhardiman
Minggu, 29 Maret 2026 | 16:05 WIB
Napi Kendalikan Sabu Dari Penjara. [Gemini AI]
Baca 10 detik
  • BNNK Tana Toraja membongkar jaringan sabu besar yang dikendalikan oleh seorang narapidana dari Lapas Narkotika Bolangi, Gowa.
  • Jaringan ini menggunakan modus "sistem tempel" dan media sosial Instagram untuk mengedarkan 200 hingga 300 paket sabu per hari.
  • Aparat berhasil mengamankan 10 orang pelaku dalam empat hari operasi penindakan dan menemukan 14 titik paket sabu.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku memanfaatkan Instagram sebagai sarana utama komunikasi. Transaksi tidak lagi dilakukan secara tatap muka atau cash on delivery (COD), melainkan melalui sistem yang lebih tertutup dan sulit dilacak.

"Mereka tidak lagi pakai sistem COD. Semua lewat Instagram jadi kami juga harus masuk dan memantau aktivitas mereka di sana," ujar Ustim.

Penggunaan media sosial sebagai alat transaksi menjadi tantangan tersendiri bagi aparat. Selain harus melakukan pengawasan di dunia nyata, petugas juga dituntut untuk mampu menelusuri jejak digital para pelaku yang semakin canggih dalam menyamarkan aktivitasnya.

Hingga saat ini, BNNK Tana Toraja masih terus mengembangkan kasus tersebut. Aparat menduga jaringan ini tidak hanya beroperasi di satu wilayah, melainkan memiliki sejumlah titik peredaran lain yang belum terungkap, khususnya di kawasan Toraja dan sekitarnya.

Selain mengamankan para pelaku, petugas juga berhasil menemukan sejumlah paket sabu yang ditempatkan di berbagai lokasi dengan metode tempel. Total sementara terdapat 14 titik tempelan yang berhasil diungkap dalam operasi tersebut.

Pengungkapan ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap peredaran narkotika, termasuk dari dalam lembaga pemasyarakatan. Fakta bahwa jaringan besar dapat dikendalikan dari balik penjara menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum.

BNNK Tana Toraja menegaskan akan terus memburu jaringan ini hingga ke akar-akarnya. Upaya penindakan tidak hanya difokuskan pada pelaku di lapangan, tetapi juga pada aktor utama yang mengendalikan peredaran dari dalam lapas.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More