- Ziarah kubur dianjurkan dalam Islam sebagai pengingat kematian dan sarana mendoakan orang wafat.
- Syariat melarang praktik meminta atau menjadikan penghuni kubur sebagai perantara kepada Allah.
- Doa yang benar saat ziarah adalah memohon ampunan Allah bagi ahli kubur, bukan meminta mereka.
SuaraSulsel.id - Ziarah kubur merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam.
Melalui ziarah, seorang Muslim diingatkan akan kematian sekaligus memiliki kesempatan untuk mendoakan orang-orang yang telah wafat.
Namun demikian, syariat juga memberikan batasan yang jelas agar praktik ziarah kubur tidak menyimpang dari ajaran tauhid.
Mengutip Muhammadiyah.or.id, salah satu penyimpangan yang harus dihindari adalah meminta-minta kepada penghuni kubur atau menjadikan mereka sebagai perantara (wasilah) untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Perbuatan semacam ini tidak dibenarkan dalam ajaran Islam, karena doa dan permohonan hanya boleh ditujukan kepada Allah semata.
Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, “Hukum dan Tuntunan Ziarah Kubur”, dalam Majalah Suara Muhammadiyah No.10 tahun 2013 menjelaskan, Al-Qur’an secara tegas mengingatkan agar manusia tidak memohon kepada selain Allah. Dalam firman-Nya disebutkan:
“Dan janganlah engkau menyembah sesuatu selain Allah yang tidak memberi manfaat dan tidak pula memberi mudarat kepadamu. Jika engkau melakukannya, maka sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Yunus: 106).
Ayat ini menegaskan bahwa segala bentuk permohonan, harapan, dan ibadah hanya boleh ditujukan kepada Allah.
Meminta pertolongan kepada makhluk yang telah meninggal dunia jelas tidak sesuai dengan prinsip tauhid yang diajarkan Islam.
Baca Juga: Basarnas Gelar Doa Bersama Penutupan Operasi SAR Pesawat ATR 42-500
Fenomena meminta kepada kuburan sering kali disertai dengan keyakinan bahwa orang yang telah meninggal dapat menjadi perantara yang mendekatkan seseorang kepada Allah.
Padahal, Al-Qur’an juga menyinggung alasan serupa yang pernah digunakan oleh kaum musyrik pada masa dahulu. Allah berfirman:
“Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), ‘Kami tidak menyembah mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya’.” (QS. az-Zumar: 3)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa menjadikan makhluk sebagai perantara dalam ibadah kepada Allah merupakan salah satu bentuk penyimpangan dalam akidah.
Karena itu, dalam praktik ziarah kubur, seorang Muslim harus menjaga kemurnian tauhid dengan tidak memohon apa pun kepada penghuni kubur.
Yang dianjurkan justru sebaliknya, yaitu mendoakan mereka yang telah wafat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
HP di Selokan Ungkap Misteri Kerangka Manusia di Kebun Tebu Boalemo, Diduga Korban Pembunuhan
-
Harga Bensin Eceran di Gorontalo Utara Naik Ugal-ugalan Rp16.650 per Liter
-
Status Waspada, Puluhan Kali Gempa Vulkanik Guncang Gunung Lokon dalam Sehari
-
Rp8.400 Per Bulan, Petani Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
-
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya