Muhammad Yunus
Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:44 WIB
Suasana saat jamaah mendengarkan ceramah disampaikan KH Awaluddin usai menunaikan salat Id Idul Fitri 1447 Hijiriah di Masjid Ridha Muhammadiyah, Cabang Karunrung, di Jalan Tamalate, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (20/3/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA]
Baca 10 detik
  • Sebagian masyarakat Makassar melaksanakan salat Idulfitri 1447 H pada Senin (20/3) meskipun berbeda dengan ketetapan pemerintah.
  • Khatib Masjid Ridha Muhammadiyah menekankan pentingnya perubahan perilaku baik pasca-Ramadan untuk mencapai ketakwaan sejati.
  • Khatib menyoroti krisis moral di Indonesia, seperti korupsi, penyimpangan sosial, dan hilangnya kejujuran dalam bernegara.

SuaraSulsel.id - Hujan yang mengguyur Kota Makassar membuat masyarakat memadati sejumlah masjid untuk menunaikan salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin pagi (20/3).

Kendati pemerintah menetapkan lebaran tahun ini jatuh pada 21 Maret 2026, namun sebagian masyarakat tetap melaksanakan salat Id pada Jumat 20 Maret 2026 sesuai dengan ketetapan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal 1447 pada hari ini.

KH Awaluddin yang bertindak sebagai khatib di Masjid Ridha Muhammadiyah Cabang Karunrung, Jalan Tamalate Makassar dalam ceramahnya berjudul Ketakwaan dan Perilaku Terbaik menyampaikan, manusia patut bersyukur kepada Allah SWT diberikan kenikmatan, kesehatan. Seperti nikmat iman dan kedamaian dalam Islam.

"Kita baru keluar dari pembinaan kerohanian yang penuh cobaan selama satu bulan. Mudah-mudahan puasa yang ditunaikan tidak sekedar ibadah tapi ada perubahan perilaku dalam kehidupan kita," tuturnya.

Rasullullah SAW bersabda, "Berapa banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan dahaga saja" (HR. Ibnu Majah).

Hadis ini ditekankan bukan hanya kewajiban puasa tapi bagaimana melakukan perubahan perilaku yang baik.

Perintah berpuasa juga terang disebutkan sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al Baqarah ayat 183, "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa".

KH Awaluddin kembali menekankan, manusia tidak boleh terpenjara kesenangan sesaat. Tujuan hidup ini adalah meraih ridho Allah SWT. Sebab, dalam kehidupan sehari-hari, dapat disaksikan ada banyak orang-orang yang mencampurkan haq dan batil.

Kini Indonesia diterpa krisis moral, negara terkorup di dunia dengan jumlah mayoritas muslim terbanyak.

Baca Juga: Ini Jadwal Baru Open House Idulfitri Walikota Makassar

"Kita mengaku bangga beragama, tapi masih ada penyimpangan sosial, kriminal, skandal, pelacuran, ketimpangan dan lainnya. Kebenaran dikalahkan kebatilan. Etos moral melanda bangsa Indonesia, kehidupan berpolitik diwarnai kekerasan, politik uang. Krisis keteladanan tokoh nasional," tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, kejujuran sejauh ini adalah barang yang langka dan telah menjauh dari ajaran Nabi Besar Muhammad SAW yang mengajarkan akhlak yang baik dan memiliki Siddiq atau sifat jujur benar dalam perkataan serta perbuatan.

"Kini dusta menjadi kebiasaan dan menyembunyikan kebenaran dianggap lumrah. Takliq buta, gila harta dan tahta membuat harga dini manusia anjlok. Mulai hari ini mari kita berbenah kembali ke fitri," ucapnya.

Pelaksanaan salat Id Idul Fitri 1447 Hijiriah juga berlangsung di beberapa tempat seperti, di Kampus Unismuh Makassar, Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Sulsel, Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Gombara, Makassar Lapangan Muhammadiyah Awwalul Islam, Masjid Babul Jannah.

Mesjid Baiturrahman, Masjid Al Bustan Berua, Masjid Babul Muttaqin Muhammadiyah, Masjid Muh Darussalam Borong Jambu, Masjid Nurut Taubah, Masjid Al Mukhlisin Komp.

Unhas Baraya, Masjid Al-Ikhlas Perdos Unhas Tamalanrea, Masjid Nurul Jihad Masjid Raudhatul Jannah, Lapangan Masjid Ikhtiar Komplek Unhas Baraya, dan tempat lainnya.

Load More